Pilkada Kota Malang
Debat Paslon, Menawan Hadir Meskipun Sendiri, Asik Menunggu, Sae Pasti Berpasangan
Debat publik kali pertama ini dipastikan pula tidak dihadiri oleh dua calon wali kota yakni Yaqud Ananda Gudban dan M Anton.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Debat publik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang dipastikan tetap digelar, Sabtu (7/4/2018).
Debat publik kali pertama ini dipastikan pula tidak dihadiri oleh dua calon wali kota yakni Yaqud Ananda Gudban dan M Anton. Seperti diketahui, kedua orang itu ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebab hingga Jumat (6/4/2018), tidak ada jawaban apapun dari KPK atas surat yang dilayangkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tim sukses (TS) dua Paslon juga tidak memberi kabar tentang kehadiran Nanda dan Anton.
Meski tanpa ada calon wali kota, Paslon Menawan (Yaqud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi) tetap akan menghadapi debat publik tersebut. Keputusan ini diambil Tim Paslon Menawan setelah menggelar rapat di internal tim bersama Parpol pengusung, Kamis (5/4/2018) malam.
Berdasarkan rilis yang dikirimkan tim media Paslon Menawan, keputusan itu diambil setelah tim dari gabungan partai politik dan relawan Menawan melakukan istighosah, doa bersama serta koordinasi, dan hasilnya, memutuskan untuk ikut dalam debat Paslon yang diselenggarakan KPU Kota Malang. Sebab debat itu merupakan tahapan dalam kampanye.
Rapat dan doa bersama itu antara lain dihadiri Calon Wakil Wali Kota Malang Ahmad Wanedi, Dewan Penasihat Tim Pemenangan Paslon Menawan Geng Wahyudi, Tim Pemenangan Menawan Edi Hidayatullah (Gus Esi), Juru Bicara Paslon Menawan, Dito Arief serta pimpinan dan fungsionaris partai politik pengusung dan pendukung.
Dewan Penasehat Tim Paslon Menawan, Geng Wahyudi menyarankan agar tetap mengikuti debat paslon dengan tujuan masyarakat mengetahui visi dan misi Paslon Menawan. "Saya menyarankan agar Paslon Menawan ikut dalam debat Publik yang diselenggarakan oleh KPU," kata Geng Wahyudi.
Saran dari Geng Wahyudi ini akhirnya disepakati oleh Ahmad Wanedi dan seluruh tim dan relawan yang hadir dalam pertemuan tersebut dan menjadi keputusan bersama.
Namun di debat itu, Wanedi akan tampil sendirian. Geng Wahyudi menambahkan hal tersebut adalah bagian dari upaya pasangan menawan menghormati proses pilkada yang ada. "Kita menghormati proses yang telah dibuat oleh KPUD Kota Malang," ujarnya.
Kepada Wanedi, Geng Wahyudi mengingatkan untuk selalu menjaga mandat yang telah dipercayakan oleh tim, relawan maupun masyarakat. Hadirnya Wanedi juga merepresentasikan pasangan calon wali kota, Yaqud Ananda Gudban.
"Mereka itu Dwi tunggal, Mas Wanedi untuk Mbak Nanda, dan Mbak Nanda juga untuk mas Wanedi," tegasnya.
Sementara itu, Calon Wakil Walikota Malang nomor urut 1 Ahmad Wanedi menegaskan, jika ia sangat siap untuk mengikuti debat pasangan calon Pilkada Kota Malang.
"Saya selalu siap untuk ikut dalam debat publik yang diselenggarakan oleh KPU Kota Malang," kata Wanedi.
Sementara itu Ketua TS Paslon Asik (M Anton - Syamsul Mahmud), Arif Wahyudi, keputusan final tim Asik masih akan diambil, Jumat (6/4/2018) malam.
"Masih akan kami putuskan dalam rapat nanti malam," ujar Arif, Jumat (6/4/2018) siang. Pilihan yang diambil Paslon ini terdiri atas hadir dan tidak hadir di debat publik, ataupun hadir untuk memenuhi undangan saja.
Sedangkan Paslon Sae (Sutiaji - Sofyan Edy Jarwoko) memastikan diri hadir secara berpasangan. "Pasti akan hadir berpasangan," ujar LO Paslon Sae, Achmad Anang Fatoni.
Paslon Sae menghormati keputusan yang diambil KPU Kota Malang dengan tetap mengundang dan menggelar debat Paslon.
"Perkara nanti yang debat calon wakil wali kotanya saja, itu perkara nanti ketika sudah di acara," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/maskot-pilkada-kota-malang_20170908_182206.jpg)