Laporan Khusu
Sekolah MUA Diminati Meski Biayanya Mahal, Ternyata Ini Curhatan dan Motivasi Para Siswanya
Kalangan anak muda dari luar kota, bahkan luar jawa pun terpincut untuk belajar make up dan tata rambut di Surabaya.
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Lembaga pendidikan kecantikan di Kota Surabaya menjadi salah satu sumber lahirnya para Make Up Artist (MUA) handal Tanah Air.
Tak hanya digemari orang Surabaya, kalangan anak muda dari luar kota, bahkan luar jawa pun terpincut untuk belajar make up dan tata rambut di Surabaya.
Faizah Chumairah, contohnya, dari kampung halamannya, di Kota Metro, Provinsi Lampung datang ke Surabaya pada 2015 untuk satu tujuan: belajar dan memperdalam ilmu kecantikan.
“Kalau lulusan sini (Surabaya), di luar pulau buka salon sendiri sudah oke-oke. Di tempat asal saya, belum ada tempat belajar seperti ini, kalaupun ada itu biasa saja,” kata wanita yang akrab disapa Fara ini.
Sekadar informasi saja, Fara belajar di Rever Hair and Make Up Academy di Jalan Tumampel.
Sebelumnya ia sempat belajar di tempat lain juga.
Di tempat itu, perempuan kelahiran 10 Agustus 1992 ini mendalami ilmu tata rambut dan make up.
Kesukaannya terhadap dunia kecantikan hadir begitu saja. Fara mengaku awalnya tak sadar punya passion di dunia kecantikan.
“Kalau disuruh masak, saya tidak suka. Saya lebih suka mempercantik orang. Melihat orang cantik, senang. Bisa dandanin orang dan bikin dia lebih cantik, saya juga senang,” tuturnya.
Meski mendalami semua sisi, Vera mengaku saat ini tertarik untuk belajar tata rambut sanggul.
Ia merasa mendapat tantangan menata rambut gaya itu tapi secara modern.
Fara tak sendiri. Di tempat yang sama, Meily Tadu juga datang jauh-jauh dari Atambua, Nusa Tenggara Timur, untuk tujuan yang sama.
Di kampung halamannya, tempat kursus untuk kecantikan belum sebesar di Surabaya.
Tren make up di sana, kata dia, juga masih biasa saja.
“Aku ke Surabaya khusus buat ini,” kata perempuan 19 tahun ini.
Ia mengatakan, banyak ilmu baru yang diterima ketika belajar make up di Rever Hair and Make Up Academy.
Selain keahlian memadukan kombinasi alat make up, Meily juga mengaku mendapat pengetahuan softskill, yakni ilmu yang secara tak langsung tetap berhubungan dengan tata rias.
Ia mencontohkan, ada waktu untuk belajar membuat video tutorial rias untuk di unggah di Youtube.
“Mungkin yang lihat cuma beberapa menit, ya. Tapi itu sebenarnya buatnya berjam-jam dan harus benar-benar telaten. Jadi tidak segampang yang dibayangin yang nonton,” tutur dia.
Siswa dari Ibu Kota pun ada yang memilih belajar di Surabaya.Salah satunya, Marshelyna.
Ia tertarik untuk belajar make up dan tata rambut di ini setelah melihat portofolio akademi.
Informasi soal itu mudah didapat karena ia pernah berkuliah di Surabaya.
Meski bisa memilih satu kelas saja, make up atau tata rambut, ia memutuskan untuk belajar keduanya.
“Soalnya kalau kita nge-job, cuma make up doang, cari orang hair do kan susah. Soalnya kalau kita pakai hair do orang lain, kita bisa tahu. Kalau klien komplain, kita bisa mbenerin,” tuturnya.
Ketiga wanita tersebut punya cita-cita yang hampir sama.
Fara punya target membuka salon di usia 30 tahun.
Meily pun demikian. Tapi ia juga ingin bekerja secara freelance untuk menambah pengalaman.
Sementara Marshelyna bercita-cita menjadi make up artist profesional.