Trenggalek

Pejabat Punya Kelainan Skatologia Beraksi Sejak 2014, Korbannya 174 Orang

PEJABAT KEDIRI mengidap Skatologia. Dia menelepon ratusan korban. Jika korban ketakutan dan menuruti perintahnya, dia jadi terangsang.

Penulis: David Yohanes | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Slamet Subagijo diinterogasi Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Penyidik Satreskrim Polres Trenggalek masih mendalami kejahatan yang dilakukan oleh Slamet Subagijo (58), mantan Kepala Seksi Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemkot Kediri yang mengalami kelainan Skatologia.

Diketahui Slamet telah beroperasi sejak tahun 2014.

Dari hasil penyidikan polisi, sejauh ini korban Slamet mencapai 174 orang.

Semua korban bertatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Dalam modusnya Slamet selalu mengaku sebagai pejabat pemerintahan atau TNI/Polri.

Belakangan Slamet mencatut nama Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur.

Data yang disampaikan Satrekrim Polres Trenggalek, selama Januari sampai Maret 2018, Slamet berhasil memperdaya tiga guru di Kabupaten Trenggalek, masing-masing di Kecamatan Pule, Bendungan, dan Tugu.

Slamet menelepon ketiga korban dan mengaku sebagai orang kepercayaan Cawagub Emil Dardak.

Ketiga korban diminta melumuri tubuhnya dengan tinta printer, dan menggosoknya dengan sikat panci.

Pada rentang waktu yang sama, empat PNS di Kabupaten Ponorogo menjadi korban. Mereka adalah kepala sekolah dan guru di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Slamet mengaku sebagai orang kepercayaan Cawagub Jatim, Puti Guntur dan memerintahkan para korban melumuri seluruh badannya dengan tinta printer sambil menggosok dengan pembersih panci.

Tahun 2016 dua PNS di Kabupaten Trenggalek menjadi korban Slamet. Dengan tipu dayanya, kedua korban menato wajahnya dengan tinta permanen.

Selebihnya ada 10 korban dari Banyuwangi, tujuh korban di Lumajang, 11 korban di Jember, 17 korban di Tulungagung, 1 korban di Bojonegoro, dan tiga korban di Ngawi.

Polisi masih mengembangkan kasus ini sehingga tidak menutup kemungkinan ada korban lain.

Menurut penuturan Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana, Slamet aktif mencari korban baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved