Kamis, 7 Mei 2026

Kota Blitar

Jalur Kereta Api Blitar-Rejotangan Rawan Terjadi Pencurian Baut Rel, PT KAI Lakukan Inspeksi

Jalur Kereta Api Blitar-Rejotangan Rawan Terjadi Pencurian Baut Rel, PT KAI Lakukan Inspeksi

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
INSPEKSI - PT KAI Daop 7 Madiun melakukan inspeksi menyeluruh di sejumlah titik rawan rel kereta api, Sabtu (10/1/2026). Hal ini sebagai langkah menyikapi aksi vandalisme berupa pencurian baut penambat rel di KM 127+358 petak jalan Stasiun Blitar-Rejotangan. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi vandalisme berupa pencurian baut penambat rel di KM 127+358 petak jalan Stasiun Blitar-Rejotangan direspons cepat oleh PT KAI Daop 7 Madiun
  • Manajemen PT KAI Daop 7 Madiun meningkatkan pengawasan serta melakukan inspeksi menyeluruh di sejumlah titik rawan
  • PT KAI Daop 7 Madiun pun mengajak masyarakat di sekitar jalur rel untuk ikut berperan menjaga keamanan

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - PT KAI Daop 7 Madiun bergerak cepat menyikapi aksi vandalisme berupa pencurian baut penambat rel di KM 127+358 petak jalan Stasiun Blitar-Rejotangan.

Insiden tersebut berpotensi mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan penumpang yang melintas di jalur tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, manajemen PT KAI Daop 7 Madiun meningkatkan pengawasan serta melakukan inspeksi menyeluruh di sejumlah titik rawan. 

Fokus utama diarahkan pada jalur yang kerap dilalui kereta penumpang dan berada di wilayah dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.

Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Muhamad Kahfi, memimpin langsung kegiatan cek lintas di Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) petak jalan Stasiun Blitar-Rejotangan.

Baca juga: Arus Balik Nataru 2025/2026 Meningkat, 25 Ribu Lebih Penumpang Tiba di Wilayah KAI Daop 8 Surabaya

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar.

"Pasca temuan hilangnya sejumlah baut penambat rel, kami tidak tinggal diam."

"Tim teknis dan keamanan langsung diterjunkan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui kereta," katanya kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (10/1/2026).

Dalam inspeksi tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi Jembatan BH 537 guna memastikan struktur jembatan dan bangunan pendukung tetap kokoh.

Selain itu, lingkungan jalur rel juga dipantau agar ruang manfaat jalan rel bebas dari hambatan maupun potensi gangguan.

Pemeriksaan turut dilakukan di perlintasan sebidang JPL 211, meliputi kelengkapan dokumen perjalanan kereta api serta fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan.

"Perlintasan sebidang menjadi titik krusial karena bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat," jelas Tohari.

Menurutnya, inspeksi lapangan menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini.

"Setiap temuan, sekecil apa pun, akan langsung ditindaklanjuti. Keselamatan penumpang dan awak kereta adalah prioritas utama kami," tegasnya.

Tohari menambahkan, hilangnya komponen kecil seperti baut penambat rel dapat berdampak besar terhadap keselamatan perjalanan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved