Malang Raya
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Demo Menyoal Plagiarisme
Sekitar 20 mahasiswa Universitas Negeri Islam (UIN) Maulana Malik Ibrahim menggelar aksi di depan gedung Rektorat, Senin (16/4/2018).
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Sekitar 20 mahasiswa Universitas Negeri Islam (UIN) Maulana Malik Ibrahim menggelar aksi di depan gedung Rektorat, Senin (16/4/2018).
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Literasi (AMPLI) itu protes terkait dugaan plagiat oleh Wakil Rektor (PR) 1 UIN Maulana Malik Ibrahim, Dr Zainuddin.
Demonstran ditemui Wakil Rektor 3 UIN Maulana Malik Ibrahim, Dr H Isroqunnajah.
Dalam aksinya, mahasiswa minta rektor memberi sanksi kepada Zainuddin.
Demonstran menilai isu plagiarisme itu mencoreng nama baik UIN sebagai lembaga pendidikan tinggi.
Koordilator aksi, Holili (23) menyebut dugaan plagiat yang dilakukan Zainuddin adalah hal fatal.
“Ini merupakan preseden buruk bagi UIN jika civitas akdemik UIN membiarkan pelanggaran tersebut,” tegas Holili kepada SURYAMALANG.COM.
Demonstran juga menuntut Zainuddin mengundurkan diri dari jabatannya.
Jika Zainuddin tidak mengundurkan diri, mahasiswa menuntut Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim selaku pemimpin civitas akdemik UIN memberi sikap tegas.
“Kami menuntut Rektor UIN menyampaikan ke publik terkait penyikapannya terhadap kejahatan akademik ini, serta perkembangan kasusnya.”
“Tujuannya adalah agar dapat diketahui publik, khususnya mahasiswa,” tegas Holili.
Sementara itu, Dr H Isroqunnajah menegaskan pihaknya tetap komitmen menjaga integritas instasi pendidikan tinggi.
Menurutnya, buku yang ditulis Zainuddin terbit sejak delapan tahun lalu.
“Selama itu tidak ada persoalan. Tetapi entah kenapa tiba-tiba ada yang mengadukan pada awal Januari 2018,” kata pria yang akrab disapa Gus Is itu di hadapan mahasiswa.
Menurutnya, kasus sedang ditangani kepolisian.
Dia tidak mau banyak berspekulasi.
Menurutnya, hal itu telah menjadi ranah kepolisian.
“Kami menunggu hasil pemeriksaan dari polisi,” tuturnya.
Menurutnya, civitas akademika tidak ada yang mendukung terhadap plagiasi.
Buku yang ditulis Zainuddin masih dalam penyelidikan Reskrim.
Jajaran rektorat juga menyiapkan waktu untuk membaca ulang tulisan Zainuddin itu masuk plagiasi atau tidak.
“Sampai hari ini, tidak ada yang memberi tuduhan plagiasi terhadap buku Pak Zainuddin, termasuk prof Imam.”
“Bahkan bukunya sempat diserahkan ke Prof Imam, dan saat itu tidak ada tanggapan apapun.”
“Kami juga bertanya-tanya, kok ada informasi seperti itu di sosial media belakangan ini,” terangnya.
Sementara itu, Prof Imam Suprayogo mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan itu di media.
“Karena persoalan ini sudah diselesaikan lewat hukum, saya merasa tidak perlu menanggapi lewat media,” kata Prof Imam.
UPDATE BERITA TERKINI:
LIKE Facebook Surya Arema
FOLLOW Instagram Surya Malang
FOLLOW Twitter Surya Malang