Terlewatkan Malam Nifsu Sya'ban Petang Tadi? 3 Amalan ini Masih Bisa Dikerjakan hingga Beberapa Hari

Namun jika malam ini kamu berhalangan untuk melakukan amalan-amalan tersebut, masih ada amalan lain yang bisa kamu lakukan

Editor: Insani Ursha Jannati
BANGKA POS/RESHA JUHARI
MALAM Ke 27 - Kerlap kerlip lampu pelita atau lampu minya tanah pada malam Tujuh Likur di Desa Mancung Kelapa, Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (4/8/2013). Tradisi malam tujuh likur yang dikenal dengan lampu tujuh likur tersebut ada pada malam 27 bulan suci Ramadhan, yang mana disemarakan dengan membuat lampu minyak tanah dari bambu, kaleng dan botol bekas kemudian dipasang disetiap depan rumah warga. 

SURYAMALANG.COM - Senin (30/4/2018) petang tadi adalah malam Nifsu Sya’ban atau separuh dari bulan Sya’ban.

Banyak orang yang berlomba-lomba melakukan amalam baik selama malam Nisfu Sya’ban.

Melansir nu.or.id, Sya’ban merupakan bulan istimewa yang dihormati umat beragama Islam selain Muharram, Dzulhijjah dan Rajab.

Sya’ban berarti bulan penuh berkah dan kebaikan seperti dilansir dari Serambinews.com.

Melansir nuonline_id, ada tiga amalan yang bisa kamu lakukan di malam ini.

Ialah memperbanyak doa, memperbanyak melafazkan syahadat, dan memperbanyak istighfar.

Dengan melakukan amalan-amalan tersebut, kita akan mendapatkan 3 keistimewaan yaitu diampuni dosanya, permintaan dikabulkan, dan dihindarkan dari cobaan berat.

Namun jika malam ini kamu berhalangan untuk melakukan amalan-amalan tersebut, masih ada amalan lain yang bisa kamu lakukan.

Seperti diketahui, bulan Sya'ban tahun ini masih berjalan setengah bulan dan masih ada hari-hari berikutnya.

1. Membayar utang puasa

Amalan ini biasanya dikhususkan untuk para kaum perempuan yang masih meninggalkan utang puasa.

Sebagian muslimah mungkin tuntas membayar utang puasa ini beberapa bulan setelah Ramadhan.

Namun ada kalanya muslimah belum sempat menunaikan qadha’ puasa.

Maka Sya’ban merupakan bulan terakhir untuk membayar utang puasa tersebut, sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha.

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ . قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنَ النَّبِىِّ أَوْ بِالنَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم
Aku punya utang puasa Ramadan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban, karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (HR. Al Bukhari).

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved