Terlewatkan Malam Nifsu Sya'ban Petang Tadi? 3 Amalan ini Masih Bisa Dikerjakan hingga Beberapa Hari

Namun jika malam ini kamu berhalangan untuk melakukan amalan-amalan tersebut, masih ada amalan lain yang bisa kamu lakukan

Editor: Insani Ursha Jannati
BANGKA POS/RESHA JUHARI
MALAM Ke 27 - Kerlap kerlip lampu pelita atau lampu minya tanah pada malam Tujuh Likur di Desa Mancung Kelapa, Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (4/8/2013). Tradisi malam tujuh likur yang dikenal dengan lampu tujuh likur tersebut ada pada malam 27 bulan suci Ramadhan, yang mana disemarakan dengan membuat lampu minyak tanah dari bambu, kaleng dan botol bekas kemudian dipasang disetiap depan rumah warga. 

2. Memperbanyak puasa sunah

Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadhan.

Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari).

Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW ialah puasa di bulan Sya’ban.”

Sayangnya puasa ini tidak dianjurkan setelah malam nisfu Sya'ban dijalannkan. 

Namun sayangnya, puasa ini hanya bisa dilakukan sebelum malam Nisfu Sya'ban selesai.

Melansir www.almunawwar.net, para ulama sepakat bahwa puasa dari tanggal 16-30 sya'ban hukumnya haram kecuali puasa nadzar dan qadha.

Serta apabila puasa tanggal 15 makan boleh puasa tanggal 16 dan boleh dilanjut tanggal 17.

Namun apabila tanggal 18 tidak berpuasa maka tanggal 19 tidak boleh berpuasa.

3. Memperbanyak amal shalih

Amal ketiga pada bulan Sya’ban ialah memperbanyak ibadah dan amal shalih secara umum.

Baik menggiatkan shalat rawatib, shalat malam, tilawah Al-Qur’an, sedekah, amal sosial dan lain-lain.

Karena bulan Sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal, maka alangkah baiknya ketika amal kita benar-benar bagus pada bulan ini.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved