Aman Abdurrahman Ketua JAD: Orang yang Melakukan Bom Surabaya atas Nama Jihad Sakit Jiwanya

Abdurrahman menyampaikan, aksi bom bunuh diri di gereja Surabaya terjadi karena pelakunya tidak memahami tuntunan jihad

Aman Abdurrahman Ketua JAD: Orang yang Melakukan Bom Surabaya atas Nama Jihad Sakit Jiwanya
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Terdakwa kasus teror bom Thamrin Aman Abdurrahman menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018). Ia dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab saat aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, awal 2016. 

SURYAMALANG.COM | JAKARTA - Aman Abdurrahman, Ketua JAD yang menjadi terdakwa kasus terorisme, membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018).

Dalam pleidoi tersebut, Abdurrahman tak sejalan dengan pola pikir para pengebom yang mengatasnamakan teror sebagai jihad.

Bahkan Abdurrahman memberikan label pada mereka sebagai orang sakit jiwa.

"Dua kejadian (teror bom) di Surabaya itu saya katakan, orang-orang yang melakukan, atau merestuinya, atau mengajarkan, atau menamakannya jihad, adalah orang-orang yang sakit jiwanya dan frustrasi dengan kehidupan," ujar Aman.

Abdurrahman menyampaikan, aksi bom bunuh diri yang dilakukan Ibu dan anaknya di sebuah gereja di Surabaya terjadi karena pelakunya tidak memahami tuntunan jihad.

"Kejadian dua Ibu yang menuntun anaknya terus meledakkan diri di parkiran gereja adalah tindakan yang tidak mungkin muncul dari orang yang memahani ajaran Islam dan tuntutan jihad, bahkan tidak mungkin muncul dari orang yang sehat akalnya," kata dia.

Sementara itu, Aman menyebut aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya sebagai tindakan keji yang mengatasnamakan jihad.

"Kejadian seorang ayah yang membonceng anak kecilnya dan meledakkan diri di depan kantor polisi, si anak terpental dan alhamdulillah masih hidup, tindakan itu merupakan tindakan keji dengan dalih jihad," ucap Aman.

Menurut Aman, agama Islam berlepas diri dari tindakan-tindakan atau aksi teror seperti yang terjadi di Surabaya.

Adapun Aman Abdurrahman sebelumnya dituntut hukuman mati oleh jaksa.

Halaman
1234
Editor: Insani Ursha Jannati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved