Persebaya Surabaya

4 Masalah Besar yang Menimpa Persebaya Surabaya di Masa Libur Lebaran

Sampai pekan 13, Persebaya Surabaya sedang dirundung 4 masalah besar. Persebaya sedang mengalami nasib malang di penghujung Ramadan.

4 Masalah Besar yang Menimpa Persebaya Surabaya di Masa Libur Lebaran
SURYAMALANG.com/Habibur Rohman
Persebaya Surabaya. 

SURYAMALANG.COMLiga 1 musim ini sudah memasuki masa libur Lebaran.

Sampai pekan 13, Persebaya Surabaya sedang dirundung empat masalah besar.

Tim kebanggaan Bonek ini sedang mengalami nasib malang di penghujung Ramadan.

( Baca juga : Bukan Arema FC atau Persebaya Surabaya, Tim Jatim Ini Jadi yang Tersubur Selama Bulan Ramadan )

Tim asuhan Angel Alfredo Vera ini baru saja dikalahkan PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta, Makassar pada Sabtu (8/6/2018).

Satu gol Rizky Pellu berhasil mengangkat PSM ke puncak klasemen sementara Liga 1 2018.

Namun, kekalahan tersebut berdampak buruk bagi Persebaya yang dirundung deretan permasalahan berikut :

( Baca juga : VIDEO - Ketika 2.000-an Orang Antre Zakat Maal dari Keluarga Kaya di Surabaya )

1. Harus terjerembab ke zona degradasi

Berstatus sebagai juara Liga 2, kini tim berjuluk Bajul Ijo itu harus puas berada di posisi 16 klasemen sementara dengan koleksi 14 poin.

Hal ini tidak lepas dari hasil kurang maksimal Persebaya pada tiga laga terakhir.

( Baca juga : Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura Bakal Bikin Tegang Si Penerjemah )

Oktavio Dutra dkk tak mampu meraih satu pun kemenangan dari tiga laga terakhir.

Persebaya dipaksa bermain imbang kontra Madura United, Jumat (25/5/2018) dan Persipura Jayapura, Selasa (29/5/2018) serta kalah dari PSM Makassar pada Sabtu (9/6/2018).

2. Alami pembatalan dua laga

Persebaya harus merelakan dua laganya batal digelar di Ramadan.

( Baca juga : Prediksi Puncak Arus Mudik Terminal Bungurasih di Hari Selasa, Warga Perlu Bersiap )

Dari jatah lima pekan Liga 1 selama Ramadan, Persebaya hanya memainkan tiga laga saja.

Dua laga Persebaya kontra Persija Jakarta, dan Persib Bandung harus dibatalkan lantaran alasan keamanan.

3. Ketergantungan kepada David Da silva

Tak bisa dipungkiri, kehadiran striker asal Brasil, David Da Silva sangat berarti bagi lini serang Persebaya.

( Baca juga : Muhaimin Iskandar: Mungkin Amien Rais Lebih Kuat daripada Prabowo )

Hal ini disampaikan secara langsung oleh pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera kala timnya ditahan imbang Persipura.

“Kami bisa bicara absennya David jelas pengaruh, kalau dia main mungkin bisa cetak gol,” kata Alfredo Vera seperti dikutip Bolasport.com dari Tribun Surabaya.

Saat ini David Da Silva menjadi pencetak gol terbanyak Persebaya dengan koleksi enam golnya.

( Baca juga : Temuan Fosil Predator Bergigi Pedang di Rusia Ungkap Awal Evolusi Mamalia )

Seperti diketahui, striker berusia 28 tahun itu menderita cedera ketika timnya melawan Madura United pada pekan ke-10 Liga 12018.

Akibatnya, David harus absen bersama Persebaya di dua laga berikutnya.

4. Harus menerima hukuman berat dari Komdis PSSI

Baru-baru ini Persebaya mendapat sanksi berupa denda yang cukup besar dari Komisi Disiplin PSSI.

( Baca juga : Peringatan Polisi untuk Anak Jalanan dan Punk, Kalau Berbuat Onar, Ciduk Satu per Satu! )

Ulah suporter pada laga kontra Persipura menjadi penyebab utama.

Para fans Persebaya terlihat menyalakan kembang api sebanyak lebih dari lima kali dan telah terjadi pengulangan pelanggaran disiplin.

Tak pelak, tim Bajul Iji harus menerima denda sebesar Rp 300 juta.

Berita ini sudah dimuat di Bolasport.com dengan judul Berstatus Sebagai Juara, Tiga Masalah Besar Menimpa Persebaya Surabaya di Masa Libur Lebaran

Editor: Zainuddin
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved