Selasa, 21 April 2026

Malang Raya

Dugaan Penelantaran Anak di Kota Batu, Pihak Tertuduh Layangkan Bantahan

Kurnia Putri Wardani (30) membantah tuduhan penelantaran anak yang dilakukan dirinya bersama suaminya, M Budiono (31)

Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Atha menggendong anak keenam Putri dan Budiono, pasutri asal Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Kurnia Putri Wardani (30) membantah tuduhan penelantaran anak yang dilakukan dirinya bersama suaminya, M Budiono (31).

Hal itu disampaikan melalui kerabat dekatnya, Lailly Atha (30) saat ditemui di rumahnya, Desa Dadaprejo, Junrejo, Kota Batu, Sabtu (23/6/2018).

Atha menegaskan tidak ada penelantaran yang dilakukan oleh Putri dan Budi. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu dini menuduh Putri dan Budi menelantarkan anak-anaknya.

Baca: Istri Sedang Sakit, Suami Terpaksa Telantarkan Lima Anaknya di Kota Batu

Baca: Reaksi Polres Batu pada Kasus Ayah Terpaksa Telantarkan Lima Anak Balita

Ia pun menjelaskan kronologis awal mula peristiwa itu terjadi. Dua hari sebelum lebaran, Putri sudah sakit karena habis melahirkan. Ia juga sempat disarankan untuk opname.

“Namun ia memilih rawat jalan. Kemudian malam lebaran itu ia dijemput kakaknya untuk pulang ke Situbondo,” ujar Atha, Sabtu (23/6/2018).

Kelima anaknya pun ditinggal di rumah kontrakannya yang berada di Jl Langsep, Desa Pendem, RT 29/RW VII. Sebelum meninggalkan anak-anaknya, Putri sudah berpamitan ke suaminya, Budi.

Putri kembali ke Situbondo untuk memulihkan kondisinya yang mengalami pendarahan ringan habis melahirkan. Ia sengaja tidak membawa anak-anaknya, terutama yang paling kecil karena ingin fokus menyembuhkan diri.

Pada Sabtu (16/6/2018) malam, warga telah ramai-ramai mengungsikan kelima anak Putri dari rumah kontrakannya. Sementara Budi saat itu baru pulang dari masjid mendapati kelima anaknya tidak berada di rumah.

Budi pun mencari ke beberapa rumah tetangga hingga akhirnya bertemu anak-anaknya di rumah kepala dusun. Warga awalnya mendengar tangisan dari dalam rumah sebelum memutuskan untuk mengevakuasi kelima anak pasangan Putri dan Budi.

Seperti diterangkan Atha, kelima anak itu adalah Wibisana Budi Kurnia (6), Zahfa (4), Zifa (3), M Fatih (2), dan terakhir Zalwa Ramadan Fitria yang berusia dua minggu.

“Anaknya itu ada enam. Anak keduanya Fatimatus Zahra dititipkan di neneknya pak Budi di Pakisaji,” terang Atha melanjutkan ceritanya.

Saat ditemukan warga, popok yang dikenakan salah seorang anak sudah dalam kondisi kotor. Bahkan baunya tidak enak. Warga menduga kondisi itu terjadi karena anak itu diterlantarkan orangtuanya.

“Padahal itu karena ayahnya kurang terampil saja. Bukan diterlantarkan. Popok ada banyak kok di dalam, beras juga ada. Sekali lagi, karena memang terkadang laki-laki kurang terampil saja saat merawat anak kecil,” imbuh Atha yang juga dititipi pesan untuk menengok kondisi anaknya Putri.

Terkait sikap Budi yang menandatangani surat pernyataan anaknya diadopsi, Atha mengatakan kalau Budi saat itu tengah bingung karena berada di bawah tekanan warga. Budi tidak bisa berbuat banyak saat warga beramai-ramai mengerumuninya.

“Seperti kasus pembunuhan. Begitulah ramainya warga saat itu,” papar guru di sebuah sekolah SMK Mahardika di Karangploso itu.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved