Pilgub Jatim
Khofifah - Emil Kalah di 9 Kabupaten/Kota, Berikut Ini Analisanya
. Awalnya kami merasa Surabaya sedikit berat, namun diakhir setelah tersebar video dari walikota Surabaya, ternyata justru kita diuntungkan.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak terus melakukan perhitungan real count internal.
Sampai Jumat (29/6/2018) sore, perhitungan real count internal Khofifah Emil sudah masuk sebanyak 35 persen. Dari rekap sementara tim Khofifah Emil, sudah didapatkan pemetaan pemenangan dalam Pilgub 2018meski baru sebagian.
Sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Tim Pemenangan Khofifah-Emil, KH Zahrul Azhar As'ad, mayoritas suara yang masuk mengunggulkan pasangan Khofifah-Emil.
Yang sudah masuk suara dan menang adalah wilayah Madura 56 persen, Kabupaten Banyuwangi 52 persen, Kabupaten Bojonegoro 53 persen, Kabupaten Gresik 58 persen, Kabupaten Jombang 55 persen, Kota Surabaya 53 persen, Kabupaten Lamongan 57 persen.
"Yang menjadi kejutan adalah kita menang di Surabaya. Awalnya kami merasa Surabaya sedikit berat, namun di akhir setelah tersebar video dari walikota Surabaya, yang sepatutnya kita berterima kasih, ternyata justru kita diuntungkan dan akhirnya bisa menang di Surabaya," kata kiai muda yang akrab disapa Gus Hans ini.
Begitu juga di Sidoarjo, meski real count belum sepenuhnya masuk, namun berdasarkan hitungan cepat Khofifah Emil juga berat di wilayah tersebut. Namun terbukti di akhir justru unggul mengalahkan perolehan suara pasangan lawan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno.
Tidak hanya itu, yang juga menjadi kejutan adalah di wilayah Madura. Dengan kemenangan telak di Pamekasan, Gus Hans mengatakan bahwa ada sejumlah effect yang membuat Khofifah - Emil unggul.
"Rekomendasi kiai sangat berpengaruh besar. Lalu juga secara kultural mereka memang cenderung susah menerima pasangan berideologi sebagimana partai merah. Terlebih setelah ada kejadian puisi Sukmawati," kata Gus Hans.
Di Pacitan, meski belum semua real count masuk, dikatakan Gus Hans Khofifah Emil menang telak. Ini menjadi sesuatu yang membanggakan. Sebab Pacitan hanya didatangi sekali oleh paslon dan di akhir masa kampanye.
Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa pemetaan sementara ada sembilan kabupaten kota yang Khofifah-Emil kalah. Yaitu di kota Blitar, Kabupaten Bondowoso, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Batu, dan Kabuaten Blitar.
Menganalisa hal itu, Gus Hans mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan Khofifah Emil jatuh di sana.
"Yang terjatuh memang di Blitar kita hanya dapat suara 45 persen. Penyebabnya adalah karena ketokohan lokal yang di sana mereka lebih kuat," ucap Gus Hans.
Saat ini real count memang masih 35 persen. Namun ia memastikan bahwa perhitungan real count bisa selesai sebelum tanggal 9 Juli mendatang.
Hitungan real count ini dikatakan Gus Hans dilakukan untuk make sure atau meyakinkan terkait perhitungan perolehan suara yang didapatkan dalam Pilgub. Hitungan ini juga untuk membuatkan second opinion untuk KPU nantinya.
"Kita tetap menghormati hitung resmi KPU, walau secara ilmiah tidak akan bergeser berbeda dari hasil quick count. Bagi kami, tasyakuran dan ungkapan kebahagiaan yang dilakukan oleh keluarga besar paslon 1 adalah dalam rangka mengapresiasi hasil ilmiah, quick count adalah hasil kerja ilmiah yang patut diapresiasi," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gus-ipul-puti-guntur-risma-megawati-susi_20180626_224129.jpg)