Minggu, 17 Mei 2026

Mojokerto

Pria Mojokerto Manfaatkan Bambu Usang Jadi Karya Seni Kaligrafi Bernilai Ekonomis

#MOJOKERTO - Bahan baku utama pembuatan kaligrafi ini adalah bambu usang yang tidak terpakai di pekarangan rumahnya.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
mohammad romadoni
Muslimin dan kaligrafi bambu karyanya di Dusun Kasian, Desa Domas Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Lebih dari empat tahun Muslimin (28) telah berkecimpung sebagai perajin kaligrafi bambu.

Di tangan kreatifnya dia mampu mengubah batang bambu menjadi karya kaligrafi berlafadz Arab tiga dimensi yang bernilai ekonomis.

Biasanya, Muslimin memproduksi kaligrafi bambu di rumah sederhananya Dusun Kasian, Desa Domas Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Muslimin mengatakan, bahan baku utama pembuatan kaligrafi ini adalah bambu usang yang tidak terpakai di pekarangan rumahnya. Dia memakai gergaji untuk memotong bambu sesuai ukuran yang diinginkannya.

"Pengerjaan kaligrafi ukuran 50 sentimeter estimasi waktu sekitar satu pekan," ujarnya, Minggu (8/7/2018).

Butuh kejelian dan ketelitian untuk membentuk batang bambu menjadi huruf Arab. Setelah itu, dia memakai lem kayu untuk merekatkan satu persatu huruf Arab yang dirangkai menjadi kesatuan kaligrafi.

"Untuk finishing memakai cat pernis guna menonjolkan serat bambu agar terlihat lebih alami," jelasnya.

Ternyata, karya seni kaligrafi buatan Muslimin banyak diminta orang sebagai hiasan dekorasi pelengkap. Kaligrafi bambu itu di pajang pada dinding rumah atau tempat ibadah untuk mempercayai ruangannya.

Nah, untuk calon pembeli Kaligrafi bambu ini bisa request ukuran dan lafadz sesuai 
keinginannya.

Dia bahkan pernah membuat kaligrafi bambu Asmaul Husna panjang 1,5 meter yang dirampungkannya selama tiga bulan.

"Untuk satu set kaligrafi bambu berlafadz Allah dan Muhammad berharga Rp 200 ribu," katanya.

Muslimin menceritakan menjadi perajin kaligrafi bambu terinspirasi dari tontonan media yang memperlihatkan pemanfaatan bambu menjadi bahan kerajinan. Hal itulah yang membuat dia yakin banting stir awalnya bekerja sebagai kuli bangunan menjadi perajin kaligrafi bambu.

"Tadinya coba buat kaligrafi hingga jadi meski awalnya tidak sempurna. Lama-kelamaan hasilnya mulai maksimal," tuturnya.

Harga kaligrafi bambu ini cukup terjangkau lantaran sebanding dengan proses pembuatannya.

Tidak mudah untuk merangkai batang bambu ini menjadi karya kaligrafi, misalnya seperti tanda baca harakat dan dammah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved