Minggu, 12 April 2026

Malang Raya

Penelitian Mahasiswi Universitas Negeri Malang, Bawang Lanang Bisa Buat Luka Bakar Berat

Mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) melakukan penelitian tentang bawang lanang yang bisa dipakai untuk luka bakar berat.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
IST
Pertanian bawang putih di Tulungrejo, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Nur Fitriana, dan Alifa Aulia Ainayya melakukan penelitian tentang bawang lanang yang bisa dipakai untuk luka bakar berat.

Penelitian yang dilakukan mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) ini didanai Kemenristekdikti di Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).

Penelitian ini didampingi dosen Dr Sri Rahayu Lestari MSi.

( Baca juga : Lagu Lagi Syantik Ngetop Sampai Korea, Boyband GTI Nyanyikan Lagu Siti Badriah Dengan Versi Beda )

“Bawang putih tunggal atau yang lebih dikenal sebagai bawang lanang merupakan umbi yang memiliki berbagai manfaat dalam ilmu kesehatan,” jelas Fitria kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (15/7/2018).

Bawang putih memiliki lebih dari 200 senyawa kimia, seperti senyawa aktif (allicin, allin, dan ajoene), enzim (allinase, peroxidase, dan myosinase), karbohidrat (sukrosa dan glukosa). Juga berbagai asam amino esensial, dan vitamin.

Penelitian Salima (2015) melaporkan senyawa organosulfur dalam bawang putih, seperti Allicin dan Ajoene merupakan senyawa bioaktif yang bertanggung jawab sebagai agen antibakteri.

( Baca juga : Perbandingan Kocak Keluarga Baim Wong & Paula Verhoeven, Lihat Perbedaannya )

Makanya peneliti berusaha menemukan konsentrasi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri P aeruginosa pada luka bakar.

P aeruginosa termasuk mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada luka bakar, terutama luka bakar kategori berat.

Biasanya infeksi yang disebabkan bakteri masih diobati dengan antibiotik sintetis, karena dianggap mampu mengatasi infeksi yang diderita.

( Baca juga : Bocoran Jadwal Penerimaan CPNS 2018 di Akhir Juli, Siap-siap Ini Situs Resmi Informasi & Pendaftaran )

“Namun, penggunaan antibiotik sintetis yang tidak tepat akan menyebabkan banyak efek samping, dan mendorong munculnya bakteri resisten,” tambahnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved