Tulungagung

Dua Mantan Narapidana Kasus Penipuan CPNS Daftar Bacaleg di Tulungagung

Dua mantan narapidana kasus penipuan CPNS mendaftar sebagai bacaleg dalam Pemilihan Legisltif (Pileg) 2019 di Tulungagung.

Dua Mantan Narapidana Kasus Penipuan CPNS Daftar Bacaleg di Tulungagung
Tribunnews
ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG – Dua mantan narapidana kasus penipuan CPNS mendaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dalam Pemilihan Legisltif (Pileg) 2019.

Dua bacaleg itu adalah Ryn dan Bg yang berasal dari dua partai berbeda.

Bg disebut melakukan penipuan di Tulungagung, dan dijatuhi hukuman penjara satu tahun lebih.

( Baca juga : Termasuk Arema FC dan Persib, Ini Daftar Klub yang Masih Menunggu Kedatangan Pemain Baru )

Sedangkan Ryn disebut melakukan penipuan di Trenggalek, dan dijatuhi hukuman percobaan selama delapan bulan.

Komisioner KPU Tulungagung, Suyitno Arman mengakui adanya dua nama itu dalam daftar bacaleg.

Namun, Arman menolak memberi penjelasan, karena belum ada penetapan Daftar Caleg Sementara (DCS).

( Baca juga : Update Transfer Liga 1 – 2 Tim Asal Jatim Depak Pemain, PSMS Rekrut Eks Persib Bandung )

“Kami tidak bisa  memberi penjelasan sampai ada penetapan DCS,” terang Arman kepada SURYAMALANG.COM.

Menurut Arman, mantan narapidana yang mendadftar bacaleg wajib membuat pengumuman di media massa terkait statusnya itu.

Pengumuman dilakukan sebelum melakukan pendaftaran.

( Baca juga : Jadwal Siaran Langsung Pertandingan Liga 1 Pekan 19, Arema FC dan Persib Bandung Live Indosiar )

Selain Ryn dan Bg,  ada mantan narapidana korupsi berinisial Mjl yang mendaftar Bacaleg Jawa Timur (Jatim).

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, Kaderisasi dan Rekriuitmen Kader DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Sodik Purnomo mengatakan pihaknya tidak merekomendasi mantan narapidana korupsi.

Sebelumnya, ada seorang mantan narapidana korupsi yang mencari Surat Keterangan Catatan kepolisian (SKCK).

( Baca juga : Jelang Arema FC Vs Persija Jakarta, Ini Kata Persija Tentang Masalah Internal Singo Edan )

“Kami sudah paham maksud SKCK itu pasti untuk mendaftar caleg. Kemudian kami memberi tidak rekomendasi,” ungkap Sodik.

Karena tidak direkomendasi, mantan narapidana korupsi itu batal mendaftar.

Penulis: David Yohanes
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved