Pilpres 2019
Ikatan Sarjana NU Nyatakan Netral Tapi Kader NU Wajib Dukung Cawapres Ma'ruf Amin
NU mengantarkan KH Ma'ruf Amin yang juga Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: yuli
"Sehingga di dalam tiga garapan ini, ISNU mempunyai garapan yang strategis," lanjutnya.
Oleh karena itulah, untuk menopang ketiga hal itu, warga NU harus ikut menyukseskan pencalonan Kiai Ma'ruf.
Dengan menempatkan ulama NU di pucuk pemerintahan, ormas agama terbesar di Indonesia ini akan lebih maju dan strategis dalam membangun ekonomi, birokrasi, politik hingga sumber daya manusia secara umum.
"Akan lebih strategis kalau berimpitan dengan kepemimpinan nasional. Sehingga, untuk menyukseskan Kiai Ma'ruf, itu bagian dari konsekuensi logis untuk menunjang pembinaan negara," katanya.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa secara kelembagaan, organisasi yang mempunyai anggota yang di antaranya merupakan 672 profesor dan 50 ribu doktor itu tetap netral.
"ISNU netral. Namun, secara pribadi kami ikut mendukung Kiai Ma'ruf yang berpasangan dengan Pak Jokowi," pungkasnya.
Pada proses pelantikan tersebut, Ketua PW ISNU Jatim, HM. Mas’ud Said, resmi dilantik. Cak Mas'ud menggantikan Abdullah Azwar Anas yang mengundurkan diri.
Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, juga hadir pada acara ini. Ia menjabat Dewan Pembina PP ISNU.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ikatan-sarjana-nahdlatul-ulama-isnu-provinsi-jawa-timur_20180812_194605.jpg)