Malang Raya
704 Mahasiswa dan Dosen FKH Universitas Brawijaya Pantau Kesehatan Daging Hewan Kurban
704 mahasiswa dan dosen Fakuktas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) akan memeriksa kesehatan hewan dan daging kurban.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - 704 mahasiswa dan dosen Fakuktas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) akan memeriksa kesehatan hewan dan daging kurban.
“Ini merupakan bentuk partisipasi aktif FKH UB dalam penjaminan keamanan pangan asal hewan,” jelas drh Mira Fatmawati MSi, koordinator kegiatan kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (21/8/2018).
Kegiatan akan dilakukan di tiga daerah yang bekerjasama dengan FKH UB dengan dinas terkait, yaitu Kota Malang, Kota Batu, dan Kota Mojokerto.
( Baca juga : 3 Olahan Daging Kambing yang Unik & Sederhana yang Cocok Untuk Disajikan Setelah Idul Adha )
Petugas pemeriksa di Kota Malang sebanyak 447 orang.
Di Kota Batu sebanyak 165 orang. Sedangkan di Kota Mojokerto sejumlah 37 orang.
Petugas disebarkan di lima Kecamatan di Kota Malang.
( Baca juga : Inikah Anandito Dwi, Pria yang Disebut Akan Nikahi Anisa Eks Cherrybelle, Pertemuannya Mengharukan )
Setiap kecamatan di Kota Malang ada antara 58 sampai 60 orang petugas.
Pemeriksaan kesehatan hewan ini meliputi pemeriksaan antemortem yang dilaksanakan pada 21 Agustus 2018.
Kemudian pemeriksaan kesehatan daging kurban (postmortem) dilaksanakan pada 22 Agustus 2018.
( Baca juga : Jan Ethes Makin Populer, Kaesang Pangarep Bikin Poling Sang Pisang atau Jan Pisang, Ini Hasilnya )
Para petugas telah mendapat pembekalan dan pelatihan persiapan kesehatan hewan dan daging kurban.
Materi pembekalan, seperti teknik pemeriksaan antemortem dalam rangka menjamin kesehatan hewan yang akan disembelih.
Juga teknik pemeriksaan postmortem untuk mengidentifikasi perubahan yang tidak normal pada daging kurban.
( Baca juga : Krisdayanti Tampil Kaku Saat Pakai Sepatu Sneakers, Eh Raul Lemos Malah Tertawa & Bongkar Alasannya )
Dengan begitu, bisa memastikan organ yang mengalami kelainan tidak dikonsumsi oleh masyarakat.
Penerapan kesejahteraan hewan pada saat perobohan juga menjadi perhatian dan kampanye bagi dokter hewan untuk mendapatkan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/hewan-kurban_20160908_205131.jpg)