Malang Raya
Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya Malang Dilarang Bawa Kendaraan Pribadi
Terbatasnya lahan parkir di Universitas Brawijaya Malang, berdampak pada mahasiswa baru angkatan 2018 dilarang membawa kendaraan
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Terbatasnya lahan parkir di Universitas Brawijaya (UB) Malang, berdampak pada mahasiswa baru (maba) angkatan 2018 dilarang membawa kendaraan pribadi dan memarkirnya di kampus selama satu semester.
Tahun ini, UB menerima sebanyak 11 ribuan Maba. Sedangkan mahasiswa angkatan di atasnya mungkin mencapai 50 ribuan an. Sementara daya tampung di lahan parkir yang ada mungkin hanya bisa untuk 15 ribuan kendaraan.
"Gak papa sih dilarang membawa kendaraan pribadi ke kampus kalau alasannya karena keterbatasan lahan parkir," jelas Esmeraldi, Maba Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (28/8/2018).
Namun ia dan teman-temannya tetap membawa motor namun parkir di luar kampus. Sebab jika tidak membawa kendaraan, rumahnya jauh.
"Saya tetap membawa, tapi parkir di luar kampus. Karena masih harus jalan cukup jauh ke fakultas, maka saya harus memperhitungkan juga waktu jalan agar tak terlambat," jelas dia usai pulang kuliah.
Minimal, lanjutnya, ia butuh waktu 10 menit berjalan agar sampai di FIB gedung B. Larangan itu dipatuhinya dan berpikir tidak ada salahnya menjalani selama satu semester. Namun ia menyarankan ke UB untuk memikirkan membuat gedung parkir khusus bertingkat. Sehingga bisa menampung kendaraan mahasiswa.
"Atau bikin area parkir undergound," saran dia diamini teman-temannya.
Teman-temannya juga membawa kendaraan sendiri dari rumah namun parkir di sekitar areal luar UB. Jadi masuk kampus berjalan kaki. Namun banyak juga maba yang praktis dengan memilih naik ojek online untuk pulang pergi ke kampus.
Jika memakai aplikasi ojek online, banyak sekali angkutan yang ngetem di areal kampus. Sehingga tak perlu repot jalan kaki keluar kampus untuk naik angkutan umum. Rosadah, Kabag Umum UB menyatakan aturan ini sudah diterapkan beberapa tahun.
"Insya allah efektif ya meski gak 100 persen. Paling tidak mengurangilah," jelas Rosadah pada SURYAMALANG.COM.
Sebab di surat edaran itu isinya hanya larangan tapi tidak disertakan sanksi jika ada Maba membawa. Meski di lapangan, tentu agak sulit membedakan mana Maba dan bukan. Apalagi jika maba tidak ada pembeda khusus.
"Kalau seperti maba di Fakultas Teknik bisa tahu karena beda. Pakai seragam. Kalau di fakultas lain tidak," katanya. Sehingga harapannya pada kesadaran maba untuk melaksanakan itu. "Waduh.. kalau maba membawa kendaraan semua, UB bisa penuh kendaraan," jawabnya.
Karena itu hanya diberlakukan pada maba selama satu semester. Sebab pada semester kedua/genap, biasanya sudah banyak yang lulus. Sehingga jumlah kendaraan jauh berkurang.
"Kalau semester awal ini biasanya parkir penuh," katanya. Dari pantauan suryamalang.com, lokasi parkir di fakultas-fakultas dan titik lain penuh kendaraan utamanya roda dua.
Sebab perkuliahan semester ini sudah mulai sejak pekan lalu. Sementara untuk parkir mobil banyak ditempatkan di pinggir jalan. Pada hari aktif kuliah, kawasan kampus UB cukup ramai. Selain dari mahasiswa, arus kendaraan umum yang ingin ke Jl Soehat juga bisa melintasi UB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/salah-satu-titik-parkir-di-depan-gedung-b-fakultas-ilmu-budaya-universitas-brawijaya-malang_20180828_191039.jpg)