Kota Batu
14 Pelukis dari Malang dan Kota Batu Pamerkan Karya di Kafe Sontoloyo
Belasan lukisan terpajang di sebuah ruangan di Kafe Sontoloyo, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Batu, Minggu (2/9/2018).
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Belasan lukisan terpajang di sebuah ruangan di Kafe Sontoloyo, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Batu, Minggu (2/9/2018).
Lukisan itu karya 14 seniman dari Kota Batu dan Kota Malang. Lukisan itu akan dipajang selama 30 hari dalam pameran seni September Art Project (SAP) #1 2018. Tidak hanya lukisan, ada juga patung milik Koeboe Sarawan, seniman asal Batu.
Kegiatan ini selain diadakan di Kota Batu, juga diadakan di Kota Malang. Dalam pameran ini, seniman diberi kebebasan tema untuk menampilkan karyanya. Tentunya pameran merupakan wadah bagi para seniman. Apalagi pengambilan waktu pameran yang dilakukan di bulan September.
Satu seniman Iwan Yusuf, seorang perupa yang sekaligus koordinator event mengungkapkan, bulan September ini merupakan waktu yang tepat karena tidak memecahkan konsentrasi dan gerombolan publik.
"Setiap pameran kesenian kan memiliki bulan dan waktu sendiri. Terkadang dalam satu waktu yang sama, bisa sampai lima pameran kesenian. Nah di September ini, kami tidak ingin memecah publik. Kami ingin pameran ini menjadi satu tujuan," kata dia.
Selain itu, pameran ini juga bermaksud mengukur perkembangan seni rupa di Kota Batu dan Malang. Agar bisa menjadi tabungan yang akan memperkaya seni rupa di Indonesia secara dinamis.
"Kami berharap nantinya pameran ini menjadi stimulus dan awal yang bagus serta menjadi magnet yang menambah daya kunjungan wisata," ungkapnya.
Tidak hanya para wisatawan, lanjutnya, tetapi pameran ini akan menjadi pusat perhatian bagi masyarakat umum, kolektor bahkan seniman lain dari luar daerah. Karena menurutnya sangat memungkinkan juga untuk menjadikan Kota Batu dan Malang sebagai salah satu pusat kesenian di Jawa Timur, bahkan di Indonesia.
Satu pengunjung, Hestari mengatakan pameran ini sangat memberikan wawasan kepada pengunjung. Terutama bagi dirinya yang masih mahasiswa. "Yang membuat saya apresiasi itu, mengadakan pameran di daerah pedesaan. Biasanya kan di tengah kota. Salut sekali, mau mengangkat desa yang memiliki potensi wisata," kata dia.
Pameran ini diadakan hingga akhir September. Untuk menuju lokasi pameran ini memang cukup jauh. Dari tengah Kota Batu, butuh waktu dua puluh menit lebih untuk sampai. Cukup cari di mesin pencari google dengan kata kunci Kafe Sontoloyo Bumiaji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kafe-sontoloyo-desa-bumiaji-kecamatan-bumiaji-batu_20180902_192304.jpg)