Blitar
Inilah Tukang Kunci yang Disewa KPK untuk Buka Brankas di Rumah Dinas Wali Kota Blitar
KPK sempat menyewa jasa tukang kunci untuk membuka brankas di rumdin Wali Kota Blitar. Inilah tukang kunci tersebut.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Zainuddin
Pengamanan brankas memang berlapis, yakni dengan kunci dan PIN (kode).
Untuk membuka brankas, harus ada kunci dan tahu sandinya. Kalau hanya kunci tanpa tahu kode PIN, brankas tetap tidak dapat dibuka.
Meski ahli membuka brankas dan membuat kunci duplikat, Sugianto tidak sembarangan menerima order.
( Baca juga : Potret Selfie Ayu Ting Ting dengan Atlet Pencak Silat Curi Perhatian, Perhatikan Bagian Bibirnya )
Para ahli kunci juga memiliki aturan dalam bekerja, misalnya soal membuka brankas.
Ahli kunci hanya bekerja membukakan brankas. Begitu brankas dapat dibuka, ahli kunci harus berhenti bekerja.
“Begitu bunyi klik tanda brankas sudah bisa dibuka, ahli kunci harus mundur.”
( Baca juga : Maia Estianty Bela Al Ghazali saat Anaknya Dikira Salah Kostum, Cuma Tulis 5 Kata Tapi Menohok )
“Yang membuka brankas adalah pemiliknya sendiri. Saat kami bekerja juga harus ada yang mendampingi,” ujarnya.
Begitu juga dengan membuat kunci duplikat. Ahli kunci tidak sembarang membuat kunci duplikat yang berurusan dengan kantor instansi.
Harus ada surat pengantar dari pimpinan instansi untuk mengorder ahli kunci membuat duplikat.
( Baca juga : SBY Perintahkan Roy Suryo Segera Selesaikan Pengembalian 3.226 Barang Inventaris Milik Negara )
“Saya pernah mendapat penataran dari polisi. Intinya para ahli kunci tidak boleh menyalahgunakan pekerjaannya untuk kejahatan,” ujarnya.
Sebelumnya, penyidik KPK kembali menggeledah rumah dinas wali Kota Blitar sekitar selama empat.
Saat meninggalkan rumah dinas wali kota, tim KPK membawa satu koper diduga berisi dokumen.