Breaking News:

Nganjuk

Pembunuhan Gadis 20 Tahun di Nganjuk Terungkap dari Baju Bertulis ‘Wong Kediri’

Pembunuhan gadis berusia 20 tahun di Nganjuk terungkap dari kaus bertulis 'Wong Kediri' yang dikenakannya.

SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Rekonstruksi kasus pembunuhan Etika Fahrunisa di Desa Pandantoyo, Kertosono, Nganjuk, Jumat (7/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, NGANJUK – Anggota Polres Nganjuk menggelar rekonstruksi pembunuhan Etika Fahrunisa (20), Jumat (7/9/2018).

Rekonstruksi pembunuhan ini digelar di lokasi pembunuhan, yaitu di Sungai Afur di Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Nganjuk.

Penyidik menghadirkan tersangka Dwi Agus Hermawan alias Cilon (27) dalam rekonstruksi ini.

( Baca juga : Syarat Lulus Nilai CPNS 2018 Untuk Dokter Spesialis Hingga Pawang Hewan )

Tersangka memperagakan 16 adegan dalam rekonstruksi yang berlangsung selama dua jam lebih ini.

Diawali dengan adegan pertemuan di depan Kantor Balai Desa Pandantoyo, pembunuhan, sampai pembuangan mayat korban ke Sungai Afur.

Puluhan warga menyaksikan rekonstruksi ini di sekitar lokasi.

( Baca juga : Jadwal & Jam Tayang MotoGP 2018 Sirkuit Misano - Valentino Rossi Tolak Sapaan dari Marc Marquez )

Dwi Agus cukup kooperatif dalam memperagakan semua adegan pembunuhan.

{embunuhan ini diawali perkenalan keduanya di Facebook.

Selanjutnya mereka janjian untuk bertemu di Desa Pandantoyo.

Setelah itu tersangka mengajak korban ke bantaran Sungai Afur.

( Baca juga : Link Live Streaming MotoGP 2018 di Sirkuit Misano - Hasil FP 1 Dovizioso Menjadi yang Tercepat! )

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved