Sukabumi

Kronologi 2 Bus Masuk Jurang di Sukabumi, 22 Tewas dan 37 Luka

Kedua kecelakaan lalu lintas ini pun sama, mikrobus terperosok masuk jurang dengan kedalaman sekitar 30 hingga 50 meter.

Editor: yuli
web
Bus masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). 

Peristiwa kedua Tidak lama setelah Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi meninggalkan IGD RSUD Palabuhanratu setelah menjenguk dan mengecek kondisi para korban, informasi mikrobus masuk jurang kembali diterima awak media.

Kali ini, peristiwa kedua terjadi pada Sabtu (8/9/2018) sekitar pukul 12:00 Wib. Lokasinya di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Desa/Kecamatan Cikidang. Tempat kejadian perkara ini sekitar 16 Km dari ibukota Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu dan sekitar 12 Km dari lokasi kejadian pertama di Tanjaan Cisarakan.

Tanjakan Letter S ini bila dari arah Cibadak menuju Palabuhanratu kondisi jalannya turunan curam dengan belokan-belokan tajam. Di sebelah kiri tebing dan di kanan lerengan jurang bervariasi.

Kecelakaan kali ini dialami sebuah mikrobus berplat nomor B 7025 SAG berpenumpang 39 wisatawan termasuk sopir dan kernet terjun bebas ke kebun pisang yang berlokasi di lerengan curam dengan kedalaman sekitar 30 meter.

Rencananya, rombongan para pegawai dealer sepeda motor dengan lima mikro bus (sebelumnya ditulis empat) dari Bogor, Bekasi dan sekitarnya akan mengikuti gathering perusahaan di operator arung jeram Bravo di Cikidang. '

'Semuanya ada lima bus, yang empat sudah duluan," kata pengawal kendaraan dari Bravo, Dendi Kinong (45) kepada Kompas.com, di RSUD Palabuhanratu, Sabtu siang.

Dia mengatakan, bus yang mengalami kecelakaan ini merupakan bus rombongan terakhir yang bergerak dari arah Cibadak menuju Cikidang. Mikrobus tersebut dipandu oleh dirinya, namun dalam perjalanan disalip mikrobus tersebut.

Akibat kecelakaan tunggal yang diduga sementara karena pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya itu sejumlah 21 orang meninggal dunia dan 18 orang mengalami luka berat.

Termasuk sopir utamanya, Jahidi meninggal dunia, dan kernet MA yang mengaku mengemudikan terakhir hingga terjadi kecelakaan menderita patah tulang dan luka pada anggota tubuh lainnya.

AKBP Nasriadi menuturkan pihaknya masih menyelidiki perkara kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Cikidang-Cibadak-Palabuhanratu tersebut. Pihaknya pun dalam melakukan olah TKP, selain petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi juga melibatkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat dan Korlantas Mabes Polri.

''Olah TKP ini dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan kami saat ini akan terus menyelidikinya hingga tuntas,'' tutur Nasriadi. kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved