Jumat, 24 April 2026

Surabaya

Melihat Kampoeng Ilmu, Pusat Jual Beli Buku Bekas di Surabaya

kuti Google Maps, di Jalan Semarang tak ada penanda kalau Kampoeng Ilmu ada di sini," mahasiswi, Nabila Taqiya Faisal.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: yuli
ahmad zaimul haq
Kampoeng Ilmu di Jl Semarang yang jadi rujukan pelajar dan mahasiswa di Surabaya dan sekitarnya untuk mencari buku murah. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Puluhan ribu buku menumpuk dan berderet rapi di setiap rak kios Kampoeng Ilmu Surabaya di Jl Semarang. Aneka buku dengan ribuan judul buku itu kebanyakan masih tertutup plastik menandakan bahwa itu buku baru. 

Sekelompok mahasiswi di Surabaya menyerbu Kios-kios buku di  Kempoeng Ilmu itu. Salah satu dari mereka menghampiri kios milik Pak Kamin. Salah satu penjual buku yang sudah sepuluh tahun membuka layanan jual buku untuk semua kalangan.

"Kampoeng Ilmu Jl Semarang dikenal murah dan lengkap. Makanya saya ke sini. Mau cari buku kuliah," ucap Desi Dwi Andiani, mahasiswa Ekonomi Universitas Narotama Surabaya, Senin (17/9/2018).

Desi tidak sendirian jalan-jalan di Kampoeng Ilmu siang kemarin. Dia bersama empat teman kampusnya juga mencari buku untuk kepentingan kuliah yang sama. Meski jalanan Surabaya panas siang itu, namun sesampai di areal pelataran Kampoeng Ilmu Jl Semarang menjadi sejuk.

Rindang pohon besar dan deretan pohon bambu menahan hawa panas siang di Kampoeng Ilmu. Pengunjung merasa nyaman karena bisa parkir ke dalam peletakan Kampoeng yang sejuk. Terlihat deretan puluhan motor dan beberapa mobil parkir di areal dalam ini.

Desi yang mengitari sejumlah kios buku bisa tersenyum setelah dia menggenggam buku impiannya. Sebuah buku bersampul biru agak tebal diraihnya dari Kios tengah. "Ini Buku Auditing untuk semester lima saya," kata Desi. 

Di Kampoeng Ilmu di Jl Semarang itu saat ini ditempati 84 pedagang. Mereka sejak 2008 dilokalisasi di areal dalam di Jl Semarang ini. Sebelumnya mereka, para penjual buku murah itu berjualan di sepanjang Trotoar dekat Stasiun Pasar Turi. 

Oleh Satpol PP Pemkot Surabaya ditertibkan dan ditampung di lokasi baru itu. Di lahan seluas 2.500 meter persegi itu, kini para pedagang lebih nyaman karena tidak lagi takut ditertibkan Satpol PP. Mereka juga senang karena sebutan Kampoeng Ilmu di situ memberi kesan positif. 

Namun untuk sampai ke lokasi Kampoeng Ilmu ini bagi yang belum pernah ke lokasi agak kesulitan. Berjarak sekitar 2 KM dari pusat kota, tempat penjualan buku murah berkualitas itu bisa ditemukan. Arah ke Stasiun Pasar Turi. 

Bagi mahasiswa yang bukan asli Surabaya juga akan mengalami kesulitan yang sama. Sebab, lokasi persisnya Kampoeng Ilmu itu tidak berada di tepi jalan raya. Namun asa di balik deretan kios-kios besar tempat menjual lembaran pintu dan jendela kayu atau kusen-kusen. 

"Sayang, susah mencari Kampoeng Ilmu ini karena tidak ada gapura atau penanda yang representatif. Habis ikuti Google Maps, di Jalan Semarang tak ada penanda kalau Kampoeng Ilmu ada di sini," mahasiswi, Nabila Taqiya Faisal.

Pintu masuk atau gapura Kampoeng Ilmu memang tidak tampak besar. Hanya ada tulisan spanduk yang kurang ideal untuk tempat Senyaman Kampoeng Ilmu itu. Nabila mengaku kebablasan untuk mencari letak persis Kampoeng Ilmu. 

Bahkan saat Ketua DPRD Surabaya, Armuji, berkunjung ke lokasi Kampoeng Ilmu, dia memberi respons khusus atas belum representatifnya pintu gerbang Kampoeng Ilmu.

"Menjadi perhatian saya untuk mengusahakan agar pintu gerbang lebih Megah. Apalagi ada mahasiswa yang sampai kesulitan mencari lokasinya. 

"Kampoeng Ilmu ini terkenal. Meski usianya baru sepuluh tahun. Saya masih ingat saya juga beli buku waktu masih di lokasi lama. Dekat stasiun," kata Cak Ji. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved