Bisnis
Rupiah Rp 14.885 Per Dollar AS, Masih Tertekan Di Awal Pekan
Di pasar spot, rupiah berada di Rp 14.885 per dollar AS, melemah 0,53 persen dari penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih melemah di awal pekan. Senin (17/9). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jidsor) rupiah berada di level Rp 14.859 per dollar Amerika Serikat (AS), melemah 0,16 persen ketimbang akhir pekan lalu.
Di pasar spot, rupiah berada di Rp 14.885 per dollar AS, melemah 0,53 persen dari penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Kuatnya pertumbuhan konsumsi di Amerika Serikat pada kuartal III 2018 membuat rupiah berpotensi melemah tehadap dollar AS.
Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan, indeks dollar AS hari ini berpotensi menguat ke level 94,75-95,0. Penguatan dollar terhadap beberapa mata uang kuat utama dunia tersebut terjadi karena didorong oleh pertumbuhan penjualan ritel yang sebesar 6,6 persen secara year on year (yoy) dan data industrial production index (IPI) AS yang mencapai 4,9 persen yoy.
Data-data tersebut lebih tinggi dibanding estimasi analis, dimana data penjualan ritel diproyeksikan ada di 4,8 persen yoy dan data IPI sebesar 3,6 persen yoy.
"Kuatnya kedua data tersebut menjadi indikasi awal kuatnya pertumbuhan konsumsi AS di kuartal III 2018," kata Ahmad dalam risetnya hari ini.
Sementara, dari dalam negeri, neraca perdagangan periode Agustus kembali defisit US$ 1,02 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi daripada konsensus analis memperkirakan defisit neraca perdagangan US$ 450 juta. Juli lalu, defisit mencapai US$ 2 miliar.
"Neraca perdagangan yang masih defisit tersebut diperkirakan akan menjadi katalis negatif bagi rupiah pada hari ini ditengah penguatan dollar terhadap beberap mata uang kuat dunia lain," tutur Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/nilai-tukar-rupiah-melemah_20180517_143302.jpg)