Info Malang

MULAI 17 Agustus QRIS Bisa Dipakai di Jepang, Korea Selatan hingga Arab Saudi Segera Menyusul

Mulai 17 Agustus 2025, penggunaan Quick Response Code Indonesia (QRIS) juga bisa digunakan di Jepang. BI telah melakukan uji coba pembayaran di Jepang

Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM/PURWANTO
QRIS : Pembeli membayar produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menggunakan layanan pembayaran digital Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di gerai Rumah Solusi UMKM, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (12/1/2023). Mulai 17 Agustus 2025, QRIS bisa dipakai di Jepang dan negara lainnya segera menyusul. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Mulai 17 Agustus 2025, penggunaan Quick Response Code Indonesia (QRIS) juga bisa digunakan di Jepang

Sejak 15 Mei 2025, Bank Indonesia (BI) telah melakukan serangkaian uji coba (sandbox) yang berjalan dengan baik, bersama penyedia sistem pembayaran di Jepang

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, sebut jika sistem pembayarannya sudah layak digunakan oleh publik, maka penggunaan QRIS antarnegara ditargetkan bisa digunakan di Jepang mulai bulan Agustus nanti. 

“Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan yang berarti, kita bisa launching penggunaan outbound itu tanggal 17 Agustus yang akan datang," kata Perry saat konferensi pers RDG BI, Rabu (21/5/2025), dilansir dari Kontan.co.id (Grup SURYAMALANG.com). 

Melalui rencana perluasan ini, akan memudahkan masyarakat Indonesia yang pergi ke Jepang

Jika menggunakan QRIS antarnegara, mereka tak perlu repot-repot menukarkan uang rupiah ke yen Jepang

Selain negara Jepang, BI tengah mengupayakan perluasan QRIS ke negara lain, seperti China, Korea Selatan, Arab Saudi, dan India. 

Untuk QRIS antarnegara di China, BI tengah memfinalisasi dari sisi perjanjian kerja sama bisnis, teknis, dan operasional antara Union Pay Internasional China dengan pihak Indonesia, yakni Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). 

BI juga telah melakukan perjanjian antara empat penyedia layanan pembayaran di Indonesia dengan Union Pay Internasional China. 

Empat penyedia layanan tersebut, yakni PT Rintis Sejahtera, PT Alto Network, PT Artajasa Pembayaran Elektronis, dan PT Jalin Pembayaran Nusantara untuk pengembangan sistem dan sandbox. 

Sementara itu, QRIS antarnegara di Korea Selatan prosesnya masih di tahap evaluasi dan finalisasi perjanjian di level industri. 

“Kalau dari sisi antara otoritas di Bank Sentral ini sudah kita lakukan saat ini sampai ke level industri antara ASPI dengan Korean Telecommunications and Clearings Institute,” ungkap Fili. 

Sedangkan QRIS antarnegara di Arab Saudi, BI telah menyelesaikan tahap diskusi dengan bank sentral Arab Saudi (The Saudi Arabian Monetary Authority/SAMA). 

Fili pun membeberkan bahwa saat ini pemerintahan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah, memiliki program untuk mendorong penggunaan sistem pembayaran digital untuk jemaah haji dan umrah di negaranya. 

Terlebih untuk negara-negara yang mendatangkan jemaah haji dan umrah, dalam jumlah besar seperti Indonesia. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved