Pasuruan

Industri Logam Pasuruan Masih Terimbas Melemahnya Rupiah

Agar tidak merugi, para pengusaha logam terpaksa menurunkan kapasitas produksi dan tidak melayani permintaan baru hingga rupiah stabil atas dolar

Industri Logam Pasuruan Masih Terimbas Melemahnya Rupiah
surya malang/Galih Lintartika
Sejumlah pekerja industri logam di Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan Jawa Timur, saat melakukan proses produksi. Kota Pasuruan dikenal sebagai salah satu sentra industri logam, namun dengan menguatnya dolar, pengusaha logam terpaksa mengurangi kapasitas produksinya. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Naik turunya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS belum berdampak pada industri logam. Namun, adanya penguatan nilai tukar rupiah atas dolar juga belum mampu memulihkan kondisi industri logam di sentral logam Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Agar tidak merugi, para pengusaha logam terpaksa menurunkan kapasitas produksinya dan tidak melayani permintaan baru, hingga rupiah stabil atas dolar.

“Bahan baku utamanya yang naik, semuanya import. Seperti kuningan dan aluminium, kenaikan sekitar Rp 4.000 setiap kilogram (kg). Sejak beberapa hari terakhir, kondisi rupiah memang menguat. Tapi harga bahan baku masih belum turun,” kata Santoso, salah seorang pengusaha logam, Selasa (18/8/2018).

Untuk mengantisipasi agar tidak merugi dalam menjalankan usahanya, para pengusaha terpaksa menurunkan kapasitas produksinya.

“Kapasitas produksi yang kami turunkan. Caranya untuk sementara tidak melayani pemesanan baru. Saat ini kami hanya melayani pemenuhan pesanan yang sudah beberapa minggu lalu,”  ucap Santoso.

Karena hanya memenuhi pesanan lama, otomatis jumlah pekerja juga dikurangi dan tidak ada lagi lembur.

Bahkan agar pekerja bisa tetap mendapat penghasilan, pengusaha memberikan jadwal untuk bekerja.

“Kerjanya dibuat giliran, agar usaha tetap berjalan dan beroperasi, serta pekerja juga tetap mendapat penghasilan. Makanya kami berharap agar kondisi ini cepat membaik. Begitu rupiah stabil, harga bahan baku juga pastia akan stabil, sehingga kami bisa memproduksi barang dengan harga yang pasti,” tandas Santoso.

Seperti diketahui, di Kota Pasuruan sedikitnya terdapat 500 UKM logam yang berada di sekitar kawasan pelabuhan Kota Pasuruan di Kecamatan Panggungrejo dan Gadingrejo.

Usaha logam di Kota Pasuruan ini memproduksi berbagai kebutuhan. Di antaranya aksesoris dan sparepart motor, peralatan mesin pabrik, sparepart alat perkebunan hingga berbagai engsel untuk mebeler dan kebutuhan rumah.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved