Jember

Melihat dari Dekat Penambangan Emas Ilegal di Gunung Manggar, Jember

Berdasarkan data dari Perhutani Jember, kawasan sekitar 4 hektare dari total 41 hektare di Gunung Manggar yang ditambang warga secara ilegal.

Melihat dari Dekat Penambangan Emas Ilegal di Gunung Manggar, Jember
sri wahyunik
Razia para penembang emas ilegal di Gunung Manggar, Jember, Kamis (20/9/2018) oleh petugas gabungan Polri, TNI, dan Perhutani. 

Administratur Perhutani Jember Basuki menuturkan, masih tersisa sekitar seratusan lubang di Gunung Manggar. "Kalau per lubang dikerjakan oleh empat orang, mungkin ada sekitar 400 orang yang masih menambang. Tentunya jumlah ini berkurang sangat banyak dibandingkan beberapa tahun silam," kata Basuki.

Meskipun jumlahnya berkurang, kata Basuki, pihaknya akan terus melakukan patroli dan penutupan lubang tambang emas ilegal itu. "Sampai tidak adanya penambangan lagi. Kami juga terus sosialisasi supaya tidak ada penambangan di sini," kata Basuki.

Pihaknya mengakui kendala jumlah personel sehingga tidak bia secara maksimal melakukan patroli di kawasan tersebut.

Sementara itu Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menegaskan pihaknya bersama Perhutani dan TNI akan secara berkala merazia tambang itu. 'Akan kami lakukan sebulan sekali sampai tidak ada lagi penambangan di sini," tegas Kusworo. Razia itu diharapkan memberikan efek jera kepada penambang liar.

Tambang di Gunung Manggar bisa disebut sebagai tambang emas satu-satunya di Jember yang ditambang secara ilegal oleh warga. Meskipun tidak pernah ada penelitian kandungan tanah Gunung Manggar, sejak tahun 2013 lalu, sejumlah warga berkeyakinan ada kandungan emas di gunung itu, hingga membuat ribuan orang berduyun-duyun mendatangi gunung itu.

"Saat ini memang kami tidak temukan penambang. Tetapi kami akan terus menyelidiki dari hilir. Sebelumnya kami pernah menangkap orang yang mengolah emas di kawasan Jenggawah. Kami akan selidiki lagi orang-orang yang mengepul, darimana mereka mendapatkan emas," tegas Kusworo.

Para pengolah emas, pengepul, juga penambang mineral emas secara ilegal itu dijerat memakai UU Minerba No 4 Tahun 2009.

Sementara itu data dari Polsek Wuluhan, selama tiga tahun terakhir, terjadi dua kematian di kawasan penambangan liar Gunung Manggar.

"Selama tiga tahun saya bertugas di sini, ada dua kasus kematian. Satu meninggal di dalam lubang, dan satu akibat kejatuhan material yang digali," ujar Kapolsek Wuluhan AKP M Zainuri kepada SuryaMalang.com.

Ketika di Gunung Manggar masih berlangsung penambangan liar emas, di sisi lain, sejumlah warga menolak rencana penambangan emas di Blok Silo Desa Pace Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Menteri ESDM sudah mengeluarkan izin eksplorasi penambangan emas di kawasan seluas 4.023 Ha.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved