Jumat, 10 April 2026

Pilpres

Dibilang Tua, Cawapres KH Ma'ruf Amin: Siapa Bilang Saya Muda?

Kekayaan jangan berputar di orang kaya saja. Namun, harus diputar di orang-orang miskin. Makanya mengusung arus baru ekonomi Indonesia,

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Achmad Amru Muiz
kompas.com
Cawapres KH Maruf Amin 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, menjawab sejumlah tudingan masyarakat yang menyebutnya sebagai figur yang telah uzur. Kiai Ma'ruf yang telah berusia 75 tahun itu tak membantah hal tersebut.

Namun, cawapres yang akan mendampingi calon Presiden Joko Widodo ini memastikan tetap membawa program segar yang merangkul semua golongan, termasuk kaum milenial.

"Ada yang bilang saya sudah tua. Lalu saya jawab, "Memang siapa yang bilang saya muda?," seloroh Kiai Ma'ruf pada sambutannya di hadapan ribuan kader PKB di Jatim pada acara Konsolidasi Kader PKB se-Jatim di Surabaya, Sabtu (29/9/2018).

Menjawab kritik tersebut, Rais Aam PBNU periode 2015-2018 ini bercerita, bahwa ia teringat materi pelajaran ketika masih belajar di pesantren. Diceritakan bahwa ada seorang kakek tua yang menanam pohon.

"Saya memang sudah tua tapi saya teringat pelajaran dikala masih di ibtidaiyah. Yakni, ketika seorang kakek tua ditanya buat apa menanam pohon? Kan beliaunya sudah tua?," kata Kiai Ma'ruf bercerita.

Lantas, dijawab oleh sang orang tua, bahwa dia menanam pohon bukan untuk dipetik buahnya oleh yang bersangkutan, namun demi generasi muda nantinya. "Sehingga, saya mengingat hal itu, bahwa saya maju, bukan untuk diri saya sendiri atau keluarga saya namun untuk generasi muda atau milenial," kata Kiai Ma'ruf yang juga pernah menjabat sebagai Dewan Pertimbangan presiden tahun 2010-2014.

Sehingga menurutnya, kalau ingin maju sudah selaiknya memilih PKB dan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. "Sehingga, kalau ingin maju, maka pilih PKB dan pilih Jokowi - Ma'ruf Amin," kata mantan Anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini.

Menurutnya, satu diantara prioritas pemerintahan ke depan adalah peningkatan ekonomi. "Pada 2024 mendatang, ekonomi Indonesia harus tinggal landas," kata Kyai Ma'ruf yang pernah menjabat Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia pada 1999 silam.

Untuk mewujudkan hal ini, pihaknya telah menyiapkan program yang disebut dengan Arus Baru Ekonomi Indonesia. Konsep ini memastikan bahwa ekonomi bukan hanya dapat dinikmati kalangan atas saja, namun juga kalangan menengah bawah.

"Sebab, kekayaan jangan berputar di orang kaya saja. Namun, harus diputar di orang-orang miskin. Oleh karenanya, kami mengusung isu arus baru ekonomi Indonesia," katanya.

Hal ini dilakukan dengan membangun kekuatan ekonomi umat. Salah satunya, retail yang dibangun umat, bukan lagi pihak swasta apalagi asing.

Caranya, adalah dengan melakukan kolaborasi sehingga ekonomi di Indonesia antara yang kuat dan lemah akan menjadi sama-sama kuat. Sehingga nantinya, hal ini akan sekaligus menghilangkan disparitas atau kesenjangan antar wilayah.

"Komitmen kami adalah menghilang disparitas. Namun, bukan berarti melemahkan yang kuat namun menguatkan yang lemah," lanjutnya.

Program ini sekaligus menjadi program keberlanjutan dari program Jokowi di periode pertama. Yang mana, Jokowi telah memulai dengan membangun infrastruktur.

Di antaranya, bandara, pelabuhan, jalan tol, bendungan, hingga beberapa konektivitas sehingga kabupaten dan daerah lain tidak terjadi kesenjangan. "Infrastruktur yang ada tersebut tinggal kita manfaatkan. Yakni, untuk memaksimalkan laju ekonomi Indonesia kedepan," pungkasnya.

Di dalam acara tersebut, Kyai Ma'ruf Amin juga menyerahkan bendera pataka bergambar Jokowi Ma'ruf amin Kepada ketua umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Hal ini sebagai simbol penyerahan mandat untuk memenangkan PKB dan pasangan Jokowi-Kyai Ma'ruf di Pemilu 2019 mendatang.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved