Resensi Buku - Sepak Bola Adalah Candu dan Simbol Perlawanan
Sepak bola adalah simbol ideologi, perlawanan, politik, semangat daerah (golongan), jati diri bangsa, candu, dan penggerak massa terbesar.
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Zainuddin
Di kala eksistenti partai politik dibatasi oleh Tuan dan Puan Belanda, Soekarno menyadari bahwa sepak bola adalah alternatif lain untuk membakar semangat Bumiputera dalam melawan kolonialisme.
Tak hanya tentang jati diri bangsa (dalam plot besar).
Sepak bola juga menjadi identitas kedaerahan bagi para pelakunya—pemain dan pendukung.
Merunut kronologi berdirinya PSSI di Yogyakarta, tercatat dalam sejarah ada tujuh klub yang ikut membidani : Voetbal Indonesische Jacatra (VIJ), Bandoengsche Indonesische Voetbalbond (BIVB), Persatuan Sepakbola Mataram (PSM Yogya), Voerslandsche Voetbalbond (VVB Solo), Madioensche Voetbalbond (VVB Madiun), Indonesische Voetbalbond Magelang (IVBM), dan Soerabaiasche Indonesische Voetbalbond (SIVB).
Sebagaimana bola yang terus menggelinding di atas permadani rumput kala mendapat tekanan, hingga kini organisasi sepak bola nasional (PSSI) dan organisasi sepak bola daerah masih terus menggelinding di jagat hiruk pikuk industri kompetisi di Indonesia.
Dua komponen ini berjalan saling beriringan, dan kadang bersitegang—permisalan ketika ada regulasi PSSI yang dianggap tidak masuk akal oleh klub-klub daerah.
Dinamisnya geliat sepak bola, pun melahirkan tidak hanya konflik vertikal, tapi konflik horizontal yang melibatkan antar klub daerah.
Bukan rahasia umum, gesekan pendukung bola antar daerah merebak tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri, sebut saja di Spanyol, Inggris, Italia, Argentina, dan Turki.
Kembali pada sepak bola adalah candu dan jati diri bangsa, pendukung masing-masing klub akan bersatu kala Timnas mereka berlaga di sebuah pentas; sebab Timnas adalah wakil negara dan bukan wakil kelompok (daerah).
R.N. Bayu Aji memberi contoh yang sentimentil dan melankoli ikhwal jati diri bangsa dalam sepak bola.
Peristiwa ini terjadi pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Tanggal 16 Juni 2014 berlangsung laga Grup D antara Perancis vs Honduras.
Terjadilah insiden yang membuat pendukung Perancis dan Honduras kecewa dan bertanya-tanya: Pada laga ini tidak dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara sebelum kick off.
Insiden memalukan ini tidak langsung mendapat tanggapan dari FIFA dan panitia penyelenggara.
Keesokan harinya baru terdengar pernyataan resmi penyesalan dari FIFA bahwa insiden ini hanyalah kendala teknis akibat sound system yang tidak berfungsi dengan baik dan akan mengevaluasi sumber penyebabnya.
Peristiwa tidak mengenakkan yang menyelimuti pendukung Perancis dan Honduras ini tentunya wajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/buku-berjudul-mewarisi-sepak-bola-budaya-dan-kebangsaan-indonesia-karya-rn-bayu-aji_20181002_192726.jpg)