Jendela Dunia

Kisah Mariam Nabatanzi, Ibu yang Melahirkan 44 Anak dan Merawatnya Sendirian Tanpa Perhatian Suami

Cerita unik datang dari Uganda, Afrika Timur dari seorang ibu yang berjuluk "perempuan paling subur".

Penulis: Insani Ursha Jannati | Editor: Dyan Rekohadi
Oddity Central
Tangkap layar wawancara Mariam Nabatanzi 

Dokter Ahmed Kikomeko dari Rumah Sakit Umum Kawempe menjelaskan, tindakan kontrasepsi tidak hanya mengancam sistem reproduksi Nabatanzi, namun juga hidupnya.

"Saya diminta untuk membiarkan siklus saya. Namun saya sempat mencoba Peralatan Inter Uterine (IUD). Namun saya malah muntah tak henti-hentinya dan koma satu bulan," kenang Nabatanzi.

Di usia 23 tahun, Nabatanzi telah melahirkan 25 anak.

Bukan tanpa niatan, Nabatanzi juga ingin dia tak lagi melahirkan.

Dia kembali ke rumah sakit dan meminta agar tak lagi punya anak.

Namun oleh rumah sakit hasilnya tak ada yang bisa dilakukan karena sel telur Nabatanzi masih sangat tinggi.

Dokter Charles Kiggundu dari Rumah Sakit Mulago Kampala berkata, meyakini kesuburan Nabatanzi yang begitu ekstrem merupakan faktor genetik.

"Kasusnya adalah hiper-ovulasi (melepaskan beberapa telur dalam satu siklus) sehingga meningkatkan peluang melahirkan anak kembar," terang Kiggundu.

Meski begitu, Kiggundu menyatakan ada prosedur yang bisa menghentikan kehamilan.

Hanya saja hal itu tak diketahui mereka.

Akhirnya pada Desember 2016, dia berhenti melahirkan anak setelah dokter "memotong rahimnya" dari dalam dalam proses operasi.

Nabatanzi melanjutkan, dia membesarkan anak-anaknya seorang diri.

Suaminya disebut hanya mengunjungi satu kali dalam setahun.

Charles, putra tertua Nabatanzi berbagi cerita bagaimana ayahnya pulang selalu dalam keadaan mabuk, belum pula sikapnya yang kasar.

Nabatanzi kembali bercerita kalau dia pernah dinasihati bibinya agar tetap mempertahankan pernikahan dan fokus ke anak-anaknya.

Nabatanzi adalah sosok pekerja keras, apa pun dia kerjakan asal keluarga bisa makan.

Selain menjual obat herbal, dia juga bekerja sebagai penata rambut saat pernikahan.

"Saya masih bisa membeli 10 kg tepung setiap hari maupun tiga batang sabun. Tuhan begitu baik dengan tetap menyediakan rezeki bagi saya," pungkasnya.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved