Kediri
Kisah Haji Sumiran, Penjual Es Kacang Ijo Beromzet Rp 3 Juta per Hari
SUMIRAN lebih mulia daripada orang pinter dan menjabat tapi korupsi. Inilah kisah penjual es dari Dusun Padangan, Desa/Kecamatan Pagu, Kediri.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: yuli
Berkat ketekunan menyisihkan sebagian hasil jualannya akhirnya dapat membeli dan membangun rumah di tempatnya sekarang.
"Saya pindah jualan di rumah masih dua tahunan," tuturnya.
Sumiran mengaku mendapat ide untuk berjualan es kacang ijo saat merantau ke Lampung.
Sebelumnya yang dijual es cao, resep es kacang ijo juga dilakukan secara otodidak.
Dari hasil berjualan es kacang ijo, Sumiran juga sudah mampu berangkat naik haji. Sedangkan istrinya dapat menunaikan ibadah umroh.
Dalam keseharian, Sumiran juga dibantu kedua anak lelakinya. Meski warungnya selalu ramai, namun Sumiran masih saja melayani pembeli dengan meracik es kacang ijo.
Pantauan SuryaMalang,com, pembeli yang datang juga dari semua strata sosial. Ada yang naik mobil sedan BMW sampai sepeda motor dan sepeda butut.
Pembeli yang naik sedan BMW mengantarkan istrinya yang nyidam es kacang ijo.
Sulastri (30), salah satu pembeli, mengaku sudah cukup lama membeli es kacang ijo Sumiran. "Saya sudah biasa mampir sejak masih di warung gubuk sampai sekarang. Rasanya sepertinya ada yang khas," ungkapnya.
Waskito, pembeli lainnya, belum begitu lama menjadi pelanggan es kacang ijo. "Dulu diajak teman mampir, ternyata racikan esnya cocok," tuturnya.