Selebrita

Nia Ramadhani Disanjung Ardi Bakrie saat Pakai Kostum Ninja:'Cie Jangan GR', Begini Balasan Istrinya

Ardi Bakrie tak mampu sembunyikan kekagumannya melihat sang istri jadi ninja wanita, ini balasan Nia Ramadhani yang bikin tambah so sweet!!

Suryamalang.com/Kolase - TribunnewsBogor.com/TribunBatam.com
Nia Ramadhani Disanjung Ardi Bakrie saat Pakai Kostum Ninja:'Cie Jangan GR', Begini Balasan Istrinya 

Kalau Theresa Wienatan tampil kece menjadi sosok Pocahontas dengan outfit khasnya serta head piece yang membuatnya makin keren.

4. Rozma Suhardi

Anggota Girls Squad yang hobi memasak ini memilih kostum unik yang cukup menyeramkan dibandingkan dengan member lainnya.

Ia terlihat memadukan karakter Alice in Wonderland dengan karakter jahat Red Queen.

5. Sally Adelia Soraya

Presenter acara olahraga ini memilih menggunakan kostum bertema pink lengkap dengan bando unik menyerupai tanduk unicorn.

6. Mikaila Patritz

Kalau anggota geng Girls Squad satu ini tampik kasual dengan outfit hitam putih.

Namun, ternyata ia menggunakan makeup khusus yang membuatnya terlihat seperti zombie!

Perayaan Halloween memang identik dengan menggunakan kostum-kostum unik.

Meskipun di Indonesia belum begitu populer, nyatanya sudah banyak masyarakat Indonesia yang tertarik untuk merayakan Halloween.

Tradisi Tradisi Halloween sendiri kerap dirayakan oleh masyarakat Eropamaupun Amerika Serikat identik dengan kebiasaan trick or treat.

Pada perayaan Halloween yang jatuh pada tanggal 31 Oktober malam, anak-anak akan mengenakan kostum seram sembari mengucapkan kata trick or treat kepada pemilik rumah yang mereka kunjungi.

Tradisi trick or treat dalam perayaan Halloween
Tradisi trick or treat dalam perayaan Halloween (chefmom.sheknows)

Ucapan trick or treat pada perayaan Halloween tersebut memiliki arti ‘Beri kamu permen atau kami jahili’.

Kebiasaan trick or treat yang lekat dengan perayaan Halloween memiliki sejarah tersendiri di baliknya.

Kebiasaan trick or treat berasal dari tradisi Pagan yang dianut oleh masyarakat Eropa dan Amerika Serikat sejak abad ke-18.

Dilansir dari laman Dailystar.co.uk, warga masyarakat Eropa dan Amerika Serikat memiliki kebiasaan memakai baju seram agar tak dapat dikenali oleh para hantu.

Pertunjukan mumming awal dari tradisi trick or treat pada perayaan Halloween
Pertunjukan mumming awal dari tradisi trick or treat pada perayaan Halloween (ucd.ie)

Bersamaan dengan itu, setiap pemilik juga menaruh makanan dan minuman di luar pintu rumah mereka sebagai persembahan untuk para hantu.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini mulai dimanfaatkan oleh orang-orang yang merayakan tradisi ini.

Semakin banyak warga yang mulai berpakaian seperti hantu dan mengunjungi rumah ke rumah untuk meminta imbalan setelah melindungi mereka dari para hantu.

Tradisi trick or treat awalnya berupa mumming atau pertunjukan yang dilakukan dengan memakai kostum seram.

Tradisi trick or treat berlanjut dengan tradisi fouling.

Anak-anak dan orang dewasa yang miskin menyebut diri mereka 'fouler' atau penjiwa.

Mereka mengumpulkan makanan atau uang dengan imbalan doa-doa untuk orang mati.

Kini tradisi trick or treat berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Variasi kostum seram yang dikenakan pun terpengaruh mode yang sedang menjadi tren pada zaman tersebut.

Di zaman Victoria, kostum Halloween dipengaruhi oleh tema gothic.

Oleh karenanya, kostum menyerupai kelelawar sangat digemari.

Pada masa sekarang, kostum Halloween tak lagi didominasi dengan kostum seram tetapi bisa juga berupa kostum pahlawan super maupun bintang film terkenal.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved