Blitar

Hujan Deras Mengiringi Pemberangkatan Jenazah Haska Ke Pemakaman Di Blitar

Selain keluarga dan kerabat, sejumlah pegawai pajak ikut mengantarkan pemakaman jenazah Haska. Perwakilan dari Lion juga tampak hadir.

Hujan Deras Mengiringi Pemberangkatan Jenazah Haska Ke Pemakaman Di Blitar
suryamalang.com/Samsul Hadi
Sejumlah orang memanggul peti jenazah Haska untuk dimasukkan ke mobil ambulans dan dibawa ke tempat pemakaman umum, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jumat (9/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Hujan deras mengiringi pemberangkatan jenazah Tri Haska Hafidzi dari rumah duka menuju ke tempat pemakaman umum Desa Darungan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, Jumat (9/11/2019). Haska merupakan pegawai pajak yang ikut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dari Kabupaten Blitar.

Selain keluarga dan kerabat, sejumlah pegawai pajak ikut mengantarkan pemakaman jenazah Haska. Perwakilan dari Lion juga hadir untuk menyerahkan jenazah Haska ke keluarga.

Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, para pelayat mensalati jenazah Haska di rumah duka. Setelah itu, ada prosesi sambutan untuk penghormatan terakhir terhadap almarhum Haska sebelum dimakamkan.

Perwakilan dari pegawai pajak diwakili oleh Kepala Kanwil DJP Jatim III, Rudy Gunawan Bastari. Rudy mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Haska. Menurut Rudy, Haska merupkan salah satu putra terbaik yang dimiliki kantor perpajakan.

"Dia pergi dalam usia masih muda. Dia merupakan salah satu putra terbaik yang dimiliki kantor perpajakan," kata Rudy.

Perwakilan dari keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang datang di acara pemakaman Haska. Keluarga juga memintakan maaf Haska ke para orang yang datang di acara pemakaman itu. "Kalau Haska punya salah, baik secara pribadi atau ketika berdinas, kami mohon untuk dimaafkan," kata Muhajirin, perwakilan dari keluarga Haska.

Selesai pembacaan doa, jenazah Haska diberangkatkan ke tempat pemakaman di desa setempat. Jenazah Haska diberangkatkan ke tempat pemakaman menggunakan mobil ambulans. Saat pemberangkatan jenazah ke tempat pemakaman, di lokasi hujan deras.

Kakak Haska, Kurniadi Ikhwan berharap peristiwa yang menimpa adiknya dan sejumlah orang lain tidak terulang lagi. Dia mengatakan kecelakaan pesawat itu memang bencana. Tetapi, bencana itu bisa diantisipasi agar tidak sampai menimbulkan korban.

"Apalagi yang sering terjadi penyebab kecelakaan pesawat karena masalah teknis. Artinya soal human eror. Kalau sudah diantisipasi sebelumnya tidak akan terjadi kecelakaan itu. Kami berharap kejadian itu jangan terulang lagi," katanya.

Airport Manager Lion Air di Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Pancasusila mengatkan hanya diberi tugas untuk mengawal jenazah korban sampai rumah duka. Dia menjadi wakil dari Lion Air untuk menyerahkan jenazah korban ke keluarga.

"Kami juga mengucapkan belasungkawa ke keluarga korban. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kesabaran," katanya.

Soal santunan ke korban, kata Pancasusila mengikuti dari pusat. Menurutnya, sesuai peraturan pemerintah, nilai uang santunan untuk korban Rp 1,25 miliar yang diberikan ke keluarga. "Kalau dari kami uang muka Rp 25 juta," ujarnya.

Suasana haru juga menyambut kedatangan jenazah Haska di rumah orang tuanya, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Isak tangis keluarga mengiringi kedatangan peti jenazah Haska.
Terutama ibu Haska, Siti Bandiyah yang terlihat terpukul dengan nasib yang menimpa anak bungsunya. Bandiyah tak kuasa menahan tangis begitu melihat peti jenazah anaknya tiba di rumah duka. Sejumlah keluarga juga ikut menangis.

Sedangkan, ayah Haska, Ali Maskur terlihat lebih tenang. Maskur terlihat memeluk peti jenazah anaknya saat disemayamkan di dalam rumah. Sejumlah warga ikut mensalati jenazah Haska. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved