Lamongan

Merasa Tidak Diperhatikan Keluarga, Napi Lapas Lamongan Coba Bunuh Diri Sayat Leher

Korban mencoba bunuh diri dengan menyayatkan lempengan pelat besi sepanjang 5 sentimeter yang sudah digosok tajam pada leher

Merasa Tidak Diperhatikan Keluarga, Napi Lapas Lamongan Coba Bunuh Diri Sayat Leher
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Hanya karena merasa tidak lagi diperhatikan keluarganya, Agus Imam Hadi Ridwan (36) narapidana titipan Pengadilan Tinggi (PT) warga Perum Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban nekad hendak mengakhiri hidupnya. Hal itu dilakukannya dengan mencoba bunuh diri di Lapas Kelas II B Lamongan.

"Kejadiannya kemarin (Kamis (8/11), red) siang," kata Andri Setiawan, Kepala Keamanan Lapas Lamongan saat dikonfirmasi, Jumat (9/11/2018).

Korban mencoba bunuh diri dengan menyayatkan lempengan pelat besi sepanjang 5 sentimeter yang sudah digosok tajam pada leher. Hingga lehernya berdarah dan harus mendapat jahitan sebanyak 7 jahitan.

Beruntung, aksi coba bunuh diri tersebut diketahui teman sekamarnya di C 9. Saksi berteriak ketika melihat Agus menyayatkan pelat jadi ke leher korban.

Teriakan itu didengar petugas blok dan spontan bergerak menuju kamar C9, tempat korban. Ternyata benar, ada insiden yang mengerikan, korban yang mencoba bunuh diri hingga mengucurkan darah di lehernya akibat sayatan.

Andri mengaku, mendapat laporan dari anak buahnya langsung ke TKP." Saya mendapat informasi ada yang mau bunuh diri," kata Andri.

Pihaknya langsung meminta perawat jaga di Lapas untuk memberikan pertolongan pertama pada korban. Korbanpun di rujuk ke RSUD dr Soegiri dan dirawat beberapa jam dan pulang pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB.

"Korban sempat diinfus dan dijahit lehernya yang luka," kata Andri.

Saat ini Agus belum dikembalikan ke C9, namun dititipkan di blok E, yakni lokasi tempat ibadah atau masjid.
Harapannya di blok E ini, Agus mendapatkan bimbingan rohani dari teman-temannya.

"Nanti kalau sudah stabil kejiwaannya akan dikembalikan lagi ke C9," katanya.

Ditanya penyebab Agus nekad hendak mengakhiri hidupnya, menurut Andri, alasannya karena keluarga sudah tidak mempedulikan dirinya.

"Keluarganya dirasa sudah tidak sayang lagi sama dia," kata Andri menirukan ucapan korban.

Padahal pada 31 Oktober kemarin, Agus baru saja dibesuk anggota keluarganya, kakak iparnya.
Diketahui, Agus adalah tahanan titipan Pengadilan Tinggi pada 12 Maret 2018 yang telah divonis 3, 5 tahun.
Agus dijerat pasal 365 KUHP karena membawa kabur motor milik purel langganannya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved