Jombang

Polisi Panggil Sejumlah Saksi Terkait Kasus Ketua DPRD Jombang

Joko disebut menyebarluaskan surat panggilan dari Kejati Jatim untuk Wulang atas kasus penyalahgunaan kredit usaha rakyat (KUR)

Polisi Panggil Sejumlah Saksi Terkait Kasus Ketua DPRD Jombang
sutono
Ketua DPRD Jombang, Joko Triono. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG – Kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan dengan terlapor Joko Triono, Ketua DPRD Jombang, Jawa Timur, terus berproses.

Hingga sekarang, polisi sudah memanggil sejumlah saksi guna diperiksa seputar laporan Wulang Suhardi, anggota DPRD Jombang.

Wulang melaporkan Joko Triono pada Senin 29 Oktober lalu, dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Joko disebut menyebarluaskan surat panggilan dari Kejati Jatim untuk Wulang atas kasus penyalahgunaan kredit usaha rakyat (KUR)

“Masih kami proses, saksi-saksi terkait sedang diambil keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyabudi, Selasa (20/11/2018).

Gatot menuturkan, beberapa saksi sudah diperiksa dalam terkait laporan dilayangkan politisi Fraksi PDI Perjuangan Jombang itu. Tetapi hanya satu orang saksi saja yang bisa memberikan keterangan.

“Dari tiga saksi yang diundang, tapi baru satu yang memenuhi undangan. Yakni Wakil Sekretaris DPC PDIP Jombang Genti Suwarno,” imbuh Gatot.

Dikatakan, dua saksi lainnya berhalangan hadir dan meminta untuk dijadwalkan pemanggilan ulang. Dua saksi lainnya itu Abdul Kholik (staf ahli Fraksi PDIP DPRD Jombang) dan Heru Sumantono anggota BPD Desa Pelabuhan, Kecamatan Plandaan.

"Keduanya tidak hadir, minta diundur hari Kamis 22 November 2018 sore,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris DPC PDIP Jombang Genti Suwarno membenarkan dirinya sudah dimintai keterangan perihal laporan polisi yang menyangkut nama Ketua DPRD Jombang, Joko Triono.

Namun Genti enggan membeber lebih rinci perihal pemanggilan itu. Alasannya, pemeriksaannya belum selesai. ”Masih akan dilanjutkan lagi lain hari," tukasnya.

Terpisah, Joko Triono, mengaku siap memenuhi panggilan polisi menyusul adanya laporan oleh Wulanbg Suhardi atas dirinya ke Polres Jombang. Pelaporan itu lantaran Joko Triono dianggap melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Joko Triono menjelaskan, dirinya siap memberikan keterangan kepada polisi. Joko juga membantah tudingan dirinya menyebarluaskan foto surat panggilan dari Kejati untuk Wulang kepada publik.

Menurut Joko, surat panggilan tersebut hanya disampaikan kepada Sekretaris DPRD, Pinto Windarto dan Ketua DPC PDI Perjuangan, Marsaid, yang merupakan ketua Partai dari Wulang Suhardi. Sebab, surat panggilan Kejati Jatim disampaikan kepada dirinya sebagai Ketua DPRD.

“Jadi surat panggilan itu ditujukan kepada Ketua Dewan, kemudian saya mengirimkan kepada Sekwan dan Ketua DPC PDI Perjuangan. Jadi saya tidak menyebarkan pada siapapun," tandas Joko.

Penulis: Sutono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved