Kamis, 11 Juni 2026

Lumajang

18 Kali Letusan Gunung Semeru Terjadi dalam 6 Jam, BPBD Minta Warga Tetap Waspada

Gunung Semeru mengalami 18 kali letusan hanya dalam enam jam. BPBD Lumajang menyatakan aktivitas masih dalam kondisi normal, namun tetap waspada.

Tayang:
Dok Pos Pantau Semeru
LETUSAN SEMERU TERBARU - Kondisi Gunung Semeru Lumajang, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026). Gunung Semeru Lumajang mengeluarkan letusan 18 kali. Meski kondisi masih dinilai normal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Ringkasan Berita:
  • Pos Pantau Gunung Semeru mencatat 18 kali letusan disertai kolom abu setinggi 200 meter hingga 1 kilometer serta guguran sejauh 600 meter ke arah tenggara. 
  • BPBD Lumajang menyebut aktivitas tersebut masih tergolong biasa dan belum menimbulkan bencana erupsi yang berdampak ke permukiman warga. 
  • Kendati demikian, personel tetap disiagakan dan masyarakat, terutama yang beraktivitas di sekitar aliran lahar Semeru, diminta tetap waspada.

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali meningkat pada Kamis (11/6/2026).

Dalam kurun waktu enam jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 18 kali letusan.

Meski kondisi masih dinilai normal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Aktivitas Semeru Masih Terkendali

Berdasarkan hasil pengamatan Pos Pantau Gunung Semeru, letusan yang terjadi memiliki tinggi kolom abu antara 200 meter hingga 1 kilometer dengan warna asap putih hingga kelabu.

Selain itu, teramati asap berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang yang mencapai ketinggian 100 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

Baca juga: Pendaki Ilegal Terperosok ke Jurang Gunung Semeru Jalur Malang, BB TNBTS Perketat Pengamanan

Pos Pantau Gunung Semeru juga mencatat adanya guguran dengan jarak luncur sekitar 600 meter ke arah tenggara.

Menanggapi aktivitas tersebut, Kepala Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Cik Ono, mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait letusan yang terjadi.

"Tidak tahu saya," katanya melalui pesan singkat WhatsApp.

Menurut Cik Ono, warga yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Semeru masih menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa karena tidak ada dampak yang dirasakan di wilayah selatan Lumajang tersebut.

"Biasa saja, tidak ada apa apa," kata Cik Ono.

BPBD Tetap Siagakan Personel

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, membenarkan adanya aktivitas letusan Gunung Semeru. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum menimbulkan bencana erupsi yang berdampak kepada masyarakat.

"Memang terjadi letusan, cuma secara ketinggian cuma sampai setengah kilometer, antara 500 meter sampai 600 meter," tanggapnya.

Baca juga: Pendaki Ilegal yang Terperosok ke Jurang Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Yudhi menjelaskan, letusan dengan skala kecil seperti itu merupakan aktivitas yang cukup sering terjadi di Gunung Semeru.

"Aktifitasnya seperti itu, tiap hari kayak gitu," ulasnya.

Meski demikian, BPBD Lumajang tetap menyiagakan personel di kawasan Gunung Semeru sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perkembangan aktivitas vulkanik yang tidak terduga.

"Siap siaga juga. Imbauan tetap agar warga tetap waspada terutama pekerja yang ada aliran lahar Semeru," tanggapnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved