Malang Raya
Merayakan Maulid Nabi Muhammad di Kaki Gunung Panderman Kota Batu
Puluhan warga mengerumuni lesung yang berisi buah-buahan dan sayuran di kaki Gunung Panderman, Desa Pesanggrahan, Kota Batu Selasa (20/11/2018) malam
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Puluhan warga mengerumuni lesung yang berisi buah-buahan dan sayuran di kaki Gunung Panderman, Desa Pesanggrahan, Kota Batu Selasa (20/11/2018) malam.
Warga ada yang membawa tas kresek untuk menaruh hasil bumi yang diperebutkan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Hasil bumi itu terdiri dari apel, jeruk, sawi hijau, selada, timun, tomat, Mawar, nangka, buncis, jagung, bengkoang, dan masih banyak lagi yang telah dipanen.
Menariknya buah dan sayuran itu ditaruh di lesung yang biasanya dijadikan alat tradisional. Lesung itu berukuran besar sekitar tinggi dua orang dewasa, dan merupakan lesung leluhur.
Lebih spesial lagi lesung itu terbuat dari kayu gaharu, sehingga jangan heran jika tercium pula bau wangi seperti kemenyan jika mendekat ke lesung itu.
Bahkan Wangi itu sempat menarik perhatian warga yang berebut hasil bumi. "Wanginya padahal nggak pakai dupa," celetuk salah seorang warga.
Bagi warga yang ikut dalam kegiatan Grebeg Maulid itu kebersamaanlah hal terpenting. Bahkan ketika berebut hasil bumi itu juga menunjukkan rasa bersyukur mereka terhadap hasil panen yang ditunggu-tunggu. Aslimah salah seorang warga mengatakan kegiatan ini justru membuat guyub sesama penduduk.
Karena yang awalnya tidak saling sapa, ketika sama-sama berebut hasil panen bisa bertemu dan saling sapa.
"Tadi saya rebutan bengkoang. Karena kan jarang ada bengkoang, begitu ada bengkoang langsung saya ambil," kata dia sambil menunjukkan satu kresek buah-buahan dan sayuran.
Nantinya yang ia dapatkan itu untuk dimakan. Kegiatan ini juga yang dinantikan mereka karena bisa menumbuhkan rasa kebersamaan. Bisa saling berbagi dan pastinya bersyukur.
"Senang, kami bisa makan hasil panen petani kita. Bersyukur masih bisa panen, dan semoga kami tidak kekurangan hasil panen," imbuhnya.
Ada lima mobil yang mengangkut hasil bumi itu plus satu mobil membawa lesung yang diisi buah-buahan dan sayuran. Sebelum direbutkan sama warga mobil itu diarak sepanjang jalan sekitar 700 meter. Selama diarak juga ada musik gamelan dan bacaan shalawat yang mengiringi arak-arakan itu.
Koordinator Acara, Hadi Muhammad Malik Munir menyatakan kegiatan tersebut wujud kebahagiaan warga dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sudah turun temurun. Salah satunya dengan berbagi antar sesama dari hasil bumi yang dimiliki yakni berupa buah dan sayur.
Menururnya kegiatan ini merupakan ekspresi kegembiraan warga menyambut kelahiran Nabi.
"Dengan menghasilkan aset buah dan sayur yang dipanen, kami menunjukkan rasa Cinta dan rasa bersyukur kami kepada Nabi Muhammad," ujarnya.
Tak tanggung-tanggung, tradisi tahunan kali ini menghadirkan sekitar 1 ton buah-buahan dan sayuran yang dibagikan ke warga desa Pesanggrahan. Rata-rata warga mempersiapkan hasil panennya itu satu minggu sebelum peringatan.