Pasuruan

Polantas Usulkan Lampu Merah Simpang Empat Patung Sapi Pasuruan Dinonaktifkan, Kurangi Kecelakaan

Satlantas memang sengaja mengusulkan untuk menutup lampu merah itu. Tujuannya, untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

Polantas Usulkan Lampu Merah Simpang Empat Patung Sapi Pasuruan Dinonaktifkan, Kurangi Kecelakaan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Forum lalu lintas meninjau langsung kondisi jalan dan traffic light simpang empat patung sapi Pasuruan 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Satlantas Polres Pasuruan bersama Balai Besar Jalan Nasional meninjau langsung kondisi jalan, dan traffic light di simpang empat patung sapi, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/11/2018) sore.

Peninjauan ini dilakukan untuk menindaklanjuti usulan Satlantas Polres Pasuruan yang berkehendak menutup atau menonaktifkan Traffic light di Simpang Empat Patung Sapi, Pandaan.

Peninjauan dilakukan selama 60 menit lebih. Di sana, tim peninjau yang terdiri dari forum lalu lintas ini berdiskusi untuk menyimpulkan keputusan terbaik terkait kondisi lalu lintas di sini , termasuk penting atau tidaknya traffic light Simpang Empat Patung Sapi ini.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar menjelaskan, pihaknya memang sengaja mengusulkan untuk menutup lampu merah ini. Tujuannya, kata dia, untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di sini.

"Hampir sering terjadi kecelakaan di sini. Dan ketika kecelakaan terjadi di sini, pasti kecelakaan besar dan selalu meninggal dunia. Makanya kami usulkan untuk dinonaktifkan saja," katanya kepada Surya.

Menurut dia, ketika lampu merah dinonaktifkan, potensi kejadian laka lantas akan berkurang. Kata dia, itu jalanan menurun, dan kecenderungan kendaraan akan susah melalukan pengereman mendadak.

"Makanya, kalau bisa ditutup saja. Biar jalannya lurus dan tidak ada hambatan. Saya kira perempatan ini akan menjadi hambatan. Makanya harus ditutup saja. Dan kami sepakat akan menutup median jalan dan menonaktifkan lampu merah," tambah Kasat.

Ia menyampaikan, kendaraan yang dari arah timur dan barat tidak bisa menyebrang. Jika dulu, kendaraan dari dua arah itu bisa menyebrang dan seringnya menyebabkan crosing kendaraan dari arah utara dan selatan.

"Kendaraan dari timur kalau mau ke Surabaya tidak bisa ke kanan langsung, jadi harus belok kiri dan putar balik di Masjid Cheng Hoo. Sebaliknya, dari arah barat yang mau ke Malang tidak boleh langsung ke kanan, tapi harus ke kiri dan putar balik di depan Sampoerna," jelasnya.

Mantan Kasatlantas Polres Tuban ini berharap, ketika ini sudah diberlakukan, maka potensi kecelakaan semakin berkurang di simpang empat patung sapi ini. Kemungkinan besar ini akan diberlakukan dalam jangka waktu dekat.

"Untuj tahap sosialisasi ke masyarakat dan pemerintah kecamatan setempat sudah kami lakukan. Kami tinggal tunggu kesepakatan bersama dari forum lalu lintas dalam bentuk konkret dan langsung kami tutup median jalan tengah itu dan kami nonaktifkan lampu merahnya," papar dia.

Menurut dia, selama ini, kecelakaan yang terjadi di sini rata - rata mengalami rem blong. Dan parahnya, ketika rem blong, otomatis akan menabrak banyak kendaraan yang berhenti di lampu merah.

"Ini sangat membahayakan. Mudah - mudahan ini bisa mengurangi resiko kecelakaan yang terjadi di sini setelah diberlakukan usulan kami ini," tambah Eko, sapaan akrab Kasatlantas Polres Pasuruan ini.

Sekadar diketahui, pada 16 September 2018 lalu, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan delapan kendaraan. Tujuh kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah simpang empat patung sapi ditabrak truk muat galon yang mengalami rem blong dari arah Malang. (lih)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved