Jombang

Dinsos Jombang Minta Distribusi Beras Dan Telur Untuk BPNT Dilakukan Bersamaan

Distribusi beras dan telur diminta bisa bersamaan waktunya. Begitu tiba di agen atau e-warung harus segera dilakukan penyaluran kepada KPM

Dinsos Jombang Minta Distribusi Beras Dan Telur Untuk BPNT Dilakukan Bersamaan
surya/samsul hadi
Ilustrasi Pedagang telur di Pasar. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Dinas Sosial Kabupaten Jombang meminta pihak suplier beras dan telur lebih intens berkoordinasi soal distribusi pasokan dua komoditas bantuan untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hal ini agar tidak ada kejadian telur busuk dikeluhkan oleh agen penyalur BPNT, Kamis (22/11/2018).

Kepala Dinas Sosial Jombang, M Sholeh juga meminta distribusi antara beras dan telur bisa bersamaan waktunya. Begitu tiba di pihak agen atau e-warung harus segera dilakukan penyaluran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sebab, telur tidak bisa bertahan dalam kurun waktu lama.

"Jadi kami minta suplier beras dan telur ini saling berkoordinasi, kalau bisa berasnya dulu dikomunikasikan, kalau sudah siap baru telurnya menyusul. Dan begitu tiba di agen juga harus langsung didistribusikan jangan menunggu lama", kata Sholeh.

Diakui M Sholeh, pihaknya mengaku menyesalkan kejadian ada telur membusuk sebelum didistribusikan dari e-warung. Diapun mengimbau agar agen dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) langsung melaporkan jika menemukan kembali komuditas bantuan yang tidak layak konsumsi. Sementara soal lambannya distribusi beras, Soleh mengaku telah menegur dan meminta pemasok egera mendistribusikanya kepada agen.

"Sudah saya obrak-obrak agar cepat dikirim ke KPM karena telur juga tidak bisa bertahan lama", pungkas Sholeh.

Sebelumnya diketahui, salah satu warung penyedia bantuan pangan atau e-warung di Desa Ngampungan Kecamatan Bareng mendapati sejumlah telur yang merupakan salah satu produk komoditas bantun dalam keadaan tidak layak konsumsi. Ini setelah telur-telur tersebut diterima dalam keadaan membusuk, Rabu (21/11/18).

Pemilik e-warung, Siti Fatimah membenarkan temuan itu. Dari sekitar 25 butir telur yang dia terima dari suplier, dua butir diantaranya dalam keadaan pecah dan membusuk. Padahal, paket bantuan itu belum sempat dibagikan kepada warga penerima manfaat program ini.

Siti Fatimah menjelaskan, ada sebanyak 335 paket bantuan yang dibagikan melalui e-warung miliknya. Jumlah tersebut merupakan warga Desa Ngampungan yang tercatat sebagai penerima manfaat program BPNT. Siti menjelaskan, seharusnya bantuan tersebut sudah mulai bisa dibagikan kepada masyarakat.

"Namun, karena beras belum dikirim oleh pihak pemasok sehingga pembagianya terpaksa kami tunda hingga menunggu kiriman beras yang datang," tutur Siti Fatimah. 

Penulis: Sutono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved