Pasuruan

Janji Menteri Bangun Spam Sudah Turun, Bupati Pasuruan Berterima Kasih

Pembangunan itu menggunakan anggaran dari APBN sebesar Rp 237 miliar, dengan sistem multiyears.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Galih Lintartika
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meletakkan batu pertama pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Umbulan - Offtake Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan Provinsi Jawa Timur, Jumat (23/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meletakkan batu pertama pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Umbulan - Offtake Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan Provinsi Jawa Timur, Jumat (23/11/2018).

Tujuh offtake rencananya akan dibangun di Kabupaten dan Kota Pasuruan. Rinciannya, offtake Gempol dengan kapasitas 1.200 m3, Pleret 1 kapasitas 600 m3, Pleret 2 kapasitas 600m3, Winongan kapasitas 1.200 m3, Beji kapasitas 1.200 m3, Rembang kapasitas 1.200 m3, Pohjentrek kapasitas 1.200 m3.

Pembangunan ini menggunakan anggaran dari APBN sebesar Rp 237 miliar, dengan sistem multiyears. Pembangunan dimulai sejak 29 Desember 2017, dan diperkirakan akan selesai di pertengahan tahun 2019 mendatang.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengucapkan terima kasih kepada pak menteri yang sudah memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Pasuruan. Ini merupakan salah satu upaya untuk menyelesaikan persoalan kekeringan yang ada.

Ia mengatakan, bahwa ini merupakan bukti keseriusan Pemkab Pasuruan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Ini sekaligus untuk mematahkan anggapan masyarakat terhadap komitmen pemerintah. "Ini merupakan solusi dari usulan kami kepada pemerintah pusat ketika Umbulan dieksplorasi. Ini kami tagih janjinya, dan ini sudah terbukti. Mudah - mudahan ini bisa memberi manfaat langsung kepada masyarakat," kata Gus Irsyad, sapaan akran Bupati.

Ia sedikit bercerita tentang masa lalu dimulainya proyek SPAM Umbulan. Ia satu - satunya kepala daerah yang mau menandatangani di detik - detik terakhir. Saat itu, ia berfikir ketika Umbulan akan dieksplorasi dan dimanfaatkan daerah lainnya.

"Saya berfikir keras, bagaimana caranya agar masyarakat Pasuruan juga merasakan dampak atau kenikmatannya. Jangan sampai bermanfaat bagi daerah lain tapi tidak bermanfaat bagi daerahnya sendiri," tambah dia.

Menurut Gus Irsyad, ada tujuh kecamatan dan 23 desa yang rawan kekeringan di saat musim kemarau. Mirisnya, tujuh kecamatan ini, nyaris kekeringan saat musim kemarau di setiap tahunnya. Padahal, lokasi tujuh kecamatan ini mengelilingi sumber mata air umbulan.

Saat itu, ia mengajukan syarat ke gubernur dan menteri. Ia siap menyepakati kerjasama proyek ini, asalkan, masyarakat Pasuruan diberi bantuan. Minimal ikut memecahkan persoalan kekeringan saat musim kemarau, dan pemenuhan air untuk kebutuhan industri di PIER.

Kata dia, Pasuruan merupakan Kabupaten yang masuk dalam negara kesatuan Indonesia. Dan di dalam undang – undang, apapun yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak harus segera ditindaklanjuti. Ia tidak menolak adanya langkah pemanfaatan Umbulan untuk daerah lain, tapi ya itu, syaratnya, Pasuruan harus juga menerima manfaatnya.

"Dan allhamdulillah mereka menyepakati itu, dan beberapa manfaat sudah didapatkan Kabupaten Pasuruan saat ini. Pertama, pemenuhan kebutuhan air bersih, meningkatkan pendapatan PDAM, tidak ada kekeringan di masyarakat, dan meningkatkan potensi daerah," terangnya.

Dampak sekarang yang sudah dirasakan, kata dia, ada 237 miliar untuk pembangunan reservoar ini. Reservoar ini merupakan tempat penampungan air bersih dalam ukuran besar. Rencananya, tempat ini akan menjadi penampungan air bersih, jadi saat kekeringan, air di penampungan bisa digunakan.

"Pemerintah Daerah mendapatkan beban untuk mencari lahan. Saya sudah siapkan Rp 13 miliar untuk pembebasan lahan di calon lokasi yang akan dibangun reservoar ini. Dan allhamdulillah lahan sudah bebas, sekarang sudah dibangun kontruksinya," tambah dia.

Selain itu, ada juga ada Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 40 miliar untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tujuh kecamatan. Bantuan itu dalam bentuk jaringan air bersih, dan bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih, bentuknya sambungan ke rumah - rumah.

Setelah itu, juga ada bantuan tambahan 10 miliar untuk menyempurnakan jaringan pemenuhan kebutuhan air bersih. "Terakhirz saya minta ke pramakarsa untuk bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi akibat proyek ini. Selain itu, harus ada upaya atau langkah – langkah untuk menjaga kelestarian lingkungan, termasuk menjaga sumber mata air ini tetap ada. Itu akan kami tagih setelah proyeknya selesai semua," papar dia.

Project Manager Spam Umbulan Regional Anang Subidyo menjelaskan, progres proyek sejauh ini sudah mencapai 57 persen dari total tujuh reservoar dan jaringan. Kata dia, ada percepatan lima persen dari target pengerjaan yang sudah ditentukan.

"Dengan jangka waktu sampai sekarang, seharusnya progres ada di angka 52 persen, tapi faktanya kami sudah bisa mengerjakan sampai di angka 57 persen. Mudah - mudahan tidak akan ada kendala yang berarti sehingga target bisa terpenuhi dan selesai pada waktunya," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved