Pemilu

Disebut Ingin Tenggelamkan PBB, Yusril: Memang Sekarang PBB Tidak Tenggelam?

Apabila PBB dapat meraih kursi di parlemen, akan sekaligus mengakhiri keterpurukan partai selama sepuluh tahun terakhir.

Disebut Ingin Tenggelamkan PBB, Yusril: Memang Sekarang PBB Tidak Tenggelam?
suryamalang.com/Bobby Constantine Koloway
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, memberikan sambutan pada acara "Konsolidasi Partai dan Pemantapan Caleg Se-Jatim", Sabtu (24/11/2018) di Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Keputusan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin ternyata sempat mendapat penolakan dari internal partai yang dipimpinnya tersebut. Bahkan, Yusril dituding ingin menenggelamkan partainya pada pemilu 2019 mendatang.

Menanggapi tudingan tersebut, Yusril pun memberikan sindiran balik. "Ada yang bilang, saya akan menenggelamkan partai. Lha mereka pikir, PBB saat ini tidak tenggelam?," kata Yusril berseloroh ketika memberikan sambutan pada acara "Konsolidasi Partai dan Pemantapan Caleg Se-Jatim", Sabtu (24/11/2018) di Surabaya.

Sontak penjelasan Yusril tersebut mendapat tepuk tangan dari peserta pertemuan yang dihadiri caleg se-Jatim tersebut. Di antara mereka, juga sempat ada yang tertawa.

Yusril lantas melanjutkan pidatonya. Ia pun meragukan eksistensi beberapa kader PBB yang menyebutnya ingin menenggelamkan partai tersebut. "Apakah benar, mereka yang bilang seperti itu kader PBB? Apakah mereka tidak merasa bahwa saat ini PBB sedang tenggelam dan terpuruk?," tandas Yusril.

Memang, kondisi Partai yang lahir pada pada 17 Juli 1998 tersebut sedang terpuruk apabila dibanding era saat mereka berdiri kali pertama lalu. Di dua pemilu terakhir (2009 dan 2014), PBB gagal lolos ke parlemen secara beruntun.

Padahal, pada pemilu 1999, PBB sukses meraih sekitar dua juta suara (dua persen) dan 13 kursi DPR RI. Sedangkan di pemilu 2004, suara PBB meningkat ke angka 2,9 juta (2,62 persen) dan 11 kursi DPR RI.

Oleh karenanya, ia berharap kepada seluruh kader untuk bersinergi mampu meraup suara terbanyak. Kesuksesan di pemilu, menurutnya, bukan hanya mengembalikan kejayaan PBB di parlemen.

Namun, juga kesuksesan PBB dengan menduduki jabatan eksekutif. "Partai bukan merupakan tujuan melainkan hanya sebagai alat untuk mewujudkan tujuan. Tujuan kita sangat jelas, yakni membela kepentingan rakyat," tegas Yusril.

Apabila PBB dapat meraih kursi di parlemen, akan sekaligus mengakhiri keterpurukan partai selama sepuluh tahun terakhir. Bukan tidak mungkin, PBB mendapat kursi di jajaran eksekutif, di antaranya menteri.

"Kader PBB ada yang pernah menjadi menteri, jajaran di Mahkamah Agung, hingga Duta Besar. Mari kita ulangi kesuksesan tersebut," tegas mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Indonesia ini.

Sebaliknya, kesuksesan tersebut tak akan dapat diraih kalau PBB tak memiliki kursi di parlemen. "Kalau pun mendukung saat pilpres, paling masuk kabinet hanya dua bulan. Setelah itu direshuffle," kata Yusril.

Pada pemilu mendatng, PBB menargetkan dapat meraih suara di atas ambang batas parlemen sebesar empat persen. Sedangkan untuk pilpres, PBB masih akan menentukan pilihan pada Rakornas Januari 2019 mendatang.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved