Kabar Lamongan

Petani Di Lamongan Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus Di Sawah

Korban sama sekali tidak memperhatikan kabel listrik jebakan tikus yang dipasang sendiri di lahan sawahnya.

Petani Di Lamongan Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus Di Sawah
suryamalang.com/Hanif Manshuri
Petugas Kepolisian dan warga melihat genset listrik jebakan tikus yang menyetrum pemiliknya sendiri di Lamongan. 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Sukardi (50) petani asal Desa Maduran Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan ditemukan meninggal dunia di sawah. Ini setelah Sukardi diduga tersengat aliran listrik saat di sawah, Selasa (4/12/2018). 

Kejadian itu bermula ketika korban sedang beraktivitas menyemprotkan obat-obatan pestisida pada tanaman padi. Korban sama sekali tidak memperhatikan kabel listrik jebakan tikus yang dipasang sendiri di lahan sawahnya.

Naas, saat korban menyemprotkan hingga mencapai beberapa luas permukaan padi, alat semprot yang dibawanya itu menyangku kabel listrik jebakan tikus yang berada di atas kepalanya. Ini setelah korban menyemprotkan obat sambil tangannya mengayunkan alat semprot keatas untuk menghalau burung yang memakan padi di sawah.

Korbanpun tersengat listrik, kemudian jatuh tersungkur ke tanah dan meninggal dunia.

"Jadi, korban itu terkena aliran listrik jebakan tikus yang dipasang disawahnya sendir," kata Kasubag Humas Polres Lamongan, Kompol Harmudji, Rabu (5/12/2018).

Menurut Harmuji, salah satu saksi  mengungkapkan, sebelum meninggal Sukardi sempat berteriak-teriak mengusir burung yang memakan padinya.  Dimana korban sebelum kejadian itu sudah berada di sawah sejak pagi buta. Ia memulai aktivitas menyemprotkan obat tanaman padi diawali dari arah barat ke timur.

Saksi yang mengetahui peristiwa naas mendugam ungkap Harmudji, korban semula tidak menyadari jika aliran listrik yang berada di atas kepalanya itu masih menyala dari sumber listrik mesin genset yang belum dimatikan oleh pemiliknya. Kabel listrik mengenai ujung stick dari alat semprot.

Melihat kejadian itu, ungkap Harmudji, saksi kemudian menghubungi keluarga korban.  Anggota keluarga korban bersama petugas Polsek Maduran ke TKP untuk mengevakuasi korban dan mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya kabel, mesin genset dan alat semprot milik korban.

Hasil visum yang dilakukan petugas medis menyebutkan korban meninggal karena tersengat aliran listrik. "Kematian korban bukan karena ada unsur sabotae atau akibat penganiayaan," tutur Harmudji.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved