Jalan Gubeng Surabaya Ambles

DPRD Surabaya Panggil Lagi Pihak Terkait Jalan Ambles, Konsultan Pengawas Tak Hadir

Owner proyek PT Saputra Karya, PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) sebagai kontraktor proyek, RS Siloam, BNI, dan...

DPRD Surabaya Panggil Lagi Pihak Terkait Jalan Ambles,  Konsultan Pengawas Tak Hadir
TribunJatim.com
Kondisi di Gedung BNI saat Detik-detik Jalan Gubeng Ambles, Masih ada Karyawan, Tiba-tiba Bergetar 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Setelah Ketua DPRD meminta penjelasan terkait amblesnya Jalan Raya Gubeng, kini giliran Komisi C DPRD Surabaya melakukan pemanggilan serupa, Jumat (21/12/2018).

Namun pemanggilan untuk menelisik ambruknya jalan raya itu tak dihadirkan konsultan pengawas. 

Konsultan Manajemen Konstruksi atas proyek di sisi RS Siloam itu tidak hadir. Dalam hearing ini dihadiri owner proyek PT Saputra Karya, PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) sebagai kontraktor proyek, RS Siloam, BNI, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kota, serta Tim Ahli Gedung dan Bangunan (TAGB) Pemkot Surabaya.

"Idealnya memang mereka konsultan pengawas itu harus dihadirkan karena yang berani memutuskan dilanjutkan tidaknya proyek itu ada di Konsultan Pengawas. Sudah tahu tanah turun NKE tetap melanjutkannhingga ambles saat ini," kata Anggota Komisi C Camelia Habibah.

Proyek di sisi Siloam itu adalah Gubeng Mixed Use. Nantinya RS Siloam adalah salah satu Tenant yang akan menempati gedung 26

Lantai tersebut. Namun saat hearing, konsultan pengawas dari PT Saputra Karya dan Konsultan Struktur PT Ketira Engineering Consultants tidak hadir. 

Hanya Eka Firman kuasa direksi PT Saputra Karya selaku Owner proyek yang hadir. Dari PT NKE tampak Direktur Operasional Hendry Nur. Ada juga Kepala Dinas PU Cipta Karya Chalid Buhori dan TAGB Pemkot Surabaya Mudji Irmawan.

Dalam hearing ini, Komisi C DPRD ingin mengetahui secara rinci hingga proyek tersebut bisa melenyapkan jalan raya Gubeng sepanjang 70 meter. Jalan ini ambles sedalam 10 meter.

Baik Ahmad Suyanto dan Buchori Imron, anggota Komisi C yang lain mengapresiasi rasa tanggung jawab owner dan kontraktor Proyek sisi RS Siloam untuk merekondisi sepenuhnya jalan. Semua biaya ditanggung Owner dan kontraktor.

"Semua kami yang menanggung biaya rekondisi jalan hingga normal kembali. Target kami sebelum tahun baru bisa digunakan lagi jalan raya Gubeng. Soal pengawas memang bukan wewenang kami," kata Eka Firman. 

Hingga malam ini, proses rekondisi terus dikebut. Sebanyak 52 pengangkut truk dikerahkan. Pelaksanaan rekondisi Jalan Raya Gubeng yang ambles dalam pengawasan Pemkot Surabaya.

"Jangan lantas kalau ada percepatan pemilihan jalan mengabaikan penyebab proyek ambles. Harus tetap diungkap apa sebenarnya yang menjadi penyebab, agar kedepan tidak terulang sekaligus bisa dijadikan referensi bagi Pemkot Surabaya," kata Suyanto.

Komiis C akan kembali memanggil semua pihak terkait terutama Konsultan Pengawas (MK). Hingga dua kali hearing tidak hadir. Keterangan pengawas ini akan menjadi kunci, apakah terjadi kesalahan manajemen konstruksi (MK) atau tidak.

"Kami perlu mendengar kondisi yang sebenarnya sehingga berani melanjutkan proyek yang tanahnya sudah lebih dulu ambles. Akibatnya muncul insiden itu,” ucap Buchori Imron. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved