Kabar Surabaya

Bikin Resah Pengusaha Ekspedisi, Anggota Kelompok Sakaratul Maut (Sakram) Dituntut 4 Tahun Penjara

Anggota kelompok Sakaratul Maut (Sakram) dituntut empat tahun penjara dalam sidang di PN Surabaya

Bikin Resah Pengusaha Ekspedisi, Anggota Kelompok Sakaratul Maut (Sakram) Dituntut 4 Tahun Penjara
SURYAMALANG.COM/Fatkhul Alamy.
Stiker warna biru bertulis Sakram yang menjadi pertanda bahwa truk yang ditempeli tidak akan jadi sasaran penjahat. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Anggota kelompok Sakaratul Maut (Sakram) dituntut empat tahun penjara dalam sidang di PN Surabaya, Kamis (3/1/2019).

Para anggota Sakram yang dituntut empat tahun penjara itu adalah Hariyono, Bambang Suherman, Dwi Wahyu, Imam Safi'i, dan Sadir.

Dalam sidang yang dipimpin Achmad Virza Rudiansyah itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Putu Sudarsana menganggap lima terdakwa itu terbukti bersalah karena melakukan pemerasan disertai kekerasan.

Putu menganggap komplotan pengaman jalan ilegal itu terbukti memalak sopir truk ekspedisi.

Bila sopir tidak memberi uang, kelompok ini akan minta paksa STNK dan surat kendaraan.

Komplotan ini juga pernah mendatangi beberapa kantor ekspedisi di sejumlah kota, dan minta uang Rp 200.000.

Informasi yang dihimpun TribunJatim.com, pemalakan terhadap sopir terjadi beberapa perusahaan ekspedisi tidak membayar setoran jasa pengamanan sebesar Rp 10 juta per bulan.

Namun, perusahaan hanya sanggup memberi Rp 5 juta per bulan.

Menanggapi tuntutan itu, kuasa hukum terdakwa, Dian Sugeng Utomo mengaku keberatan dengan tuntutan JPU.

Dian menegaskan penerapan Pasal 368 dan Pasal 365 kepada kliennya tidak berdasar.

Menurutnya, para terdakwa tidak merasa memintai para sopir dengan aksi kekerasan.

“Mereka minta STNK dari sopir secara baik-baik di warung,” kata Dian usai sidang.

Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved