Kabar Madiun
Berangkatkan Peserta KKN Unmer 2019, Bupati Madiun Ceritakan Kisah Katak Dan Nabi Ibrahim
Berharap kehadiran mahasiswa bisa bermanfaat bagi masyarakat di desa. Misalnya mahasiswa jurusan petanian, bagaimana caranya ikut memajukan pertanian.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, MADIUN - Sebanyak 424 mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Madiun akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Madiun, mulai 21 Januari hingga 22 Februari 2019.
Acara pelepasan pemberangkatan peserta KKN, di Gedung Graha Samiarto Unmer, Kota Madiun, dihadiri Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, Senin (21/1/2019) siang.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun yang akrab disapa Kaji Mbing ini menceritakan kisah seekor katak yang menolong Nabi Ibrahim yang terbakar.
"Pada saat Nabi Ibrahim dibakar, apinya sebesar gunung berapi, tidak ada yang ingin membantu memadamkannya. Tiba-tiba datang seekor katak, dia melompat-melompat, mengambil air dari sungai yang disimpan di mulutnya, kemudkan disemprotkan ke api," katanya.
Pada saat itu, kata Kaji Mbing, katak tersebut berusaha memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim. Namun, upaya yang dilakukan si katak sia-sia, api yang membakar Nabi Ibrhaim tidak mati.
"Tetapi yang dilihat Tuhan Yang Maha Esa bukanlah berhasil atau tidaknya katak itu memadamkan api, tetapi yang dilihat adalah niat dan kecintaan katak terhadap nabi. Hingga akhirnya, haram bagi manusia untuk memakan katak. Artinya, sekecil apapun niat baik kita , akan dibalas dengan kebaikan," kata Kaji Mbing.
Dari kisah nabi yang diceritakan itu, Kaji Mbing ingin menyampaikan pesan kepada para peserta KKN agar bersunguh-sunguh ketika mengikuti kegiatan KKN.
"Saya berharap, kehadiran mahasiswa bisa bermanfaat bagi masyarakat di desa. Misalnya mahasiswa jurusan petanian, bagaimana caranya ikut memajukan pertanian di Kabupaten Madiun," katanya.
Ketua Tim KKN Unmer Madiun 2019, Luluk Sulistyo Budi menjelaskan, KKN tahun ini diikuti 424 mahasiswa dari Fakultas Hukum, Ekonomi, Sospol, Pertanian, dan Teknik.
Para mahasiswa ini akan dibagi ke beberapa kelompok untuk ditempatkan di sebelas desa di enam kecamatan. Di antaranya Kecamatan Wungu, Kare, Madiun, Dagangan, Saradan, dan Dolopo.