Kabar Blitar
Puskesmas Dan Rumah Sakit Di Kota Blitar Dipenuhi Pasien Demam Berdarah
Sejumlah pasien DBD yang menjalani rawat inap di puskesmas dan rumah sakit di Kota Blitar bukan hanya warga kota saja, tapi juga dari Kabupaten Blitar
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kota Blitar rata-rata masih dipenuhi pasien Demam Berdarah Dengue hingga Rabu (30/1/2019). Sejumlah pasien DBD yang menjalani rawat inap di puskesmas dan rumah sakit di Kota Blitar bukan hanya warga kota saja, tapi juga dari wilayah Kabupaten Blitar.
Seperti yang terlihat di Puskesmas Sananwetan, Kota Blitar. Tempat tidur untuk pasien rawat inap di puskesmas itu saat ini terisi semua. Ada sembilan tempat tidur untuk pasien rawat inap di puskesmas itu. Dari sembilan pasien yang menjalani rawat inap, delapan pasien diindikasi terkena DBD.
"Selama Januari ini, tempat tidur untuk rawat inap penuh terus. Hari ini ada tiga pasien keluar, tapi ada tiga pasien masuk lagi. Rata-rata pasien yang rawat inap terindikasi DBD," kata Kepala UGD Puskesmas Sananwetan, Kota Blitar, Zainun Nikmah, Rabu (30/1/2019).
Zainun mengatakan, sejak awal Januari 2019 sampai sekarang sudah ada 51 pasien yang menjalani rawat inap di puskesmas. Dari jumlah itu, sebanyak 43 pasien dari Kota Blitar dan delapan pasien dari wilayah Kabupaten Blitar.
Rata-rata, para pasien yang menjalani rawat inap karena terkena demam. Rinciannya, tujuh pasien sudah positif DBD, 35 pasien terkena demam dengue dan sembilan pasien terkena tifus. "Demam dengue itu trombosit turun tapi belum ada perdarahan. Kalau DBD sudah ada perdarahan. Kalau trombositnya di bawah 30 ribu dan kondisinya lemah langsung kami rujuk ke rumah sakit," ujarnya.
Hal sama juga terjadi di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. Saat ini, ada 37 pasien DBD yang dirawat di rumah sakit milik Pemkot Blitar itu. Data pasien itu terakhir diupdate pada Senin (30/1/2019) pukul 07.00 WIB. "Data sampai pukul 07.00 tadi ada 37 pasien DBD yang dirawat di RSUD Mardi Waluyo," kata Humas RSUD Mardi Waluyo, Joko Purnomo.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Muchlis mengaku, jumlah pasien DBD terus meningkat. Menurutnya, sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kota Blitar saat ini paling banyak diisi pasien DBD. Tetapi, Muchlis tidak hafal data jumlah kasus DBD di Kota Blitar selama Januari 2019 ini.
"Kalau data yang pegang kabid, nanti koordinasi dengan kabid saya saja. Saat ini sejumlah puskesmas dan rumah sakit memang paling banyak diisi pasien DBD. Sepertinya semua masih terkendali, karena belum ada laporan kekurangan tempat tidur untuk pasien ke kami," kata Muchlis.
Sekadar diketahui, pada Kamis (24/1/2019) lalu, Dinkes Kota Blitar mencatat ada 24 kasus DBD di Kota Blitar. Padahal, pada pekan kedua Januari 2019, Dinkes baru menerima laporan kasus DBD di Kota Blitar sebanyak lima kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ruang-perawatan-pasien-db-di-kota-blitar.jpg)