Kabar Mojokerto

Bulan Januari, RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Menampung 172 Pasien DBD

RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dibanjiri pasien demam berdarah dengue (DBD). Sejak awal Januari terhitung 172 pasien DBD dirawat di rumah

Bulan Januari, RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Menampung 172 Pasien DBD
suryamalang.com
Dinas Kesehatan Jawa Timur belum memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus demam berdarah dengue (DBD), meski tercatat ada 2.660 penderita dan 46 orang meninggal dunia selama bulan Januari 2019. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dibanjiri pasien demam berdarah dengue (DBD). Sejak awal Januari, terhitung 172 pasien DBD dirawat di rumah sakit yang terletak di wilayah Surodinawan ini.

Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Sugeng Mulyadi, mengatakan, peningkatan pasien DBD terjadi sejak Desember. Tiap harinya, rumah sakit menerima 2 sampai 4 pasien DBD. Pasien DBD didominasi anak-anak

"Puncaknya awal Januari lalu. Namun, berjalannya waktu tren penyakit DBD menurun," katanya Kamis (31/1).

Sugeng melanjutkan, ratusan pasien DBD berhasil ditangani pihaknya. Sehingga, sejumlah pasien telah diperbolehkan untuk pulang.

"Hari ini ada 4 pasien DBD dari Kota Mojokerto, 7 dari Kabupaten Mojokerto dan 5 pasien dari Jombang," paparnya.

Pihaknya telah mempersiapkan segala hal untuk mengantipasi kelonjakan pasien DBD. Persiapan itu mulai dari, SDM, obat-obatan, dan tempat tidur.

"Sebenarnya tidak ada persiapan, karena kami sudah siap menangani pasien DBD," terangnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, pihaknya menyiagakan 3 dokter penyakit anak, 4 dokter anak serta 245 Perawat. Untuk obat-obatan, pihaknya juga selalu menyediakan stok lebih sebesar 20% agar tak kekurangan.

"Untuk tempat tidur kami mempersiapkan sebanyak 208 unit. Kami juga mempunyai gerakan manajemen bed. Tempat tidur kami mobilisasikan. Misalnya, apabila kasur icu kita tidak terpakai kami turunkan atau gunakan untuk pasien DBD. Kami juga titipkan pasien DBD di ruang perawatan lain atau lorong rumah sakit jika penuh. Sehingga seluruh pasien DBD dapat tertampung," terangnya. 

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved