Sulawesi Selatan

Suami Kehilangan Kaki dan Istri Difabel Sejak Lahir, Simak Semangat Mereka Bertahan Hidup

Pasangan suami istri asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rustam (43) dan Suhaeni (51), sama-sama menyandang disabilitas.

Suami Kehilangan Kaki dan Istri Difabel Sejak Lahir, Simak Semangat Mereka Bertahan Hidup
KOMPAS.com/ABDUL HAQ
Pasangan suami istri asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rustam (43) dan Suhaeni (51), sama-sama menyandang disabilitas. 

SURYAMALANG.COM, GOWA - Pasangan suami istri asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rustam (43) dan Suhaeni (51), sama-sama menyandang disabilitas.

Mereka membina rumah tangga sejak 2013. Suhaeni mencari nafkah dengan mengandalkan mesin jahit, sedangkan Rustam usaha tambal ban.

Berkat kerja keras mereka, keduanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari tanpa perlu meminta belas kasihan orang lain.

Ditemui di kediamannya di Kecamatan Bontomarannu, Suhaeni mengatakan, telah memiliki tubuh yang tidak sempurna sejak lahir.

Hal itu membuat dirinya berupaya memiliki kemampuan untuk bekal hidup. Itu sebabnya sejak kecil, Suhaeni diajarkan ibunya untuk menjahit. Bekal itu yang dia gunakan hingga saat ini.

Dari hasil menjahit, rata-rata Suhaeini bisa mendapat penghasilan hingga Rp 40.000.

Suhaeni tetap bersyukur akan kondisi fisiknya sebab masih memiliki kedua tangan untuk beraktivitas.

Dia sadar masih banyak penyandang disabilitas yang lebih tidak beruntung dibanding dirinya.

"Saya tetap bersyukur," ujar Suhaeni, Kamis (14/2/2019).

Sementara Rustam yang dulunya berprofesi sebagai petani mengalami cacat fisik pascakecelakaan lalu lintas yang menimpanya pada 2001 silam.

Tragedi itu membuat kedua kakinya harus diamputasi. Meski demikian, Rustam tetap tabah menghadapinya.

Kini, Rustam memilih bekerja sebagai penambal ban. Profesi itu dia jalani dengan ikhlas meski penghasilan hanya Rp 20.000 per hari.

Rustam memanfaatkan halaman rumahnya sebagai tempat menambal ban. Uang penghasilan yang tidak seberapa itu dikumpulkan selama bertahun-tahun hingga akhirnya dia mampu membeli sebuah sepeda motor.

Motor itu dimodifikasi menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya. Sepeda motor ini kerap digunakan Rustam untuk beraktivitas di luar rumah seperti berbelanja kebutuhan rumah tangga. kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved