Malang Raya
Desa Taji Dapat Dana Paling Kecil di Pilkades 2019 Kabupaten Malang
Desa Taji di Kecamatan Jabung mendapat dana paling kecil dalam Pilkades 2019 di Kabupaten Malang.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Desa Taji di Kecamatan Jabung mendapat dana paling kecil dalam Pilkades 2019 di Kabupaten Malang.
Desa Taji hanya mendapat dana sebesar Rp 40,7 juta.
“Jumlah pemilih di desa ini lebih kecil dibandingkan desa lain yang menyelenggarakan Pilkades 2019.”
“Jumlah DPT di Desa Taji hanya 1.070 orang,” ungkap Suwadji, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (1/3/2019).
Suwadji menambahkan jumlah DPT termasuk pertimbangan untuk menentukan kucuran dana dalam Pilkades.
Sedangkan Desa Pamotan di Kecamatan Dampit mendapat kucuran anggaran paling besar untuk Pilkades 2019.
Desa Pamotan mendapat anggaran Rp 82,5 juta.
Jumlah DPT di Desa Pamotan mencapai 14.640 orang.
Suwadji memastikan anggaran Pilkades digunakan mulai dari awal tahapan Pilkades sampai setelah pemungutan suara.
“Dana itu digunakan mulai dari pembentukan panitia Pilkades, pendaftaran calon Kades, verifikasi data, sampai dengan selesai pemungutan,” ujar Suwadji.
Pilkades bakal digelar serentak di 268 desa di Kabupaten Malang pada 30 Juni 2019.
Pemkab Malang mengalokasikan dana sebesar Rp 13,4 miliar untuk Pilkades 2019.
Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono menerangkan pihaknya mengerahkan 2.510 personel untuk pengamanan Pilkades.
“Kami sudah memetakan daerah yang rawan dan aman.”
“Aspek historis, persaingan, sampai isu yang berkembang tentu pola pengamanan yang akan dilakukan,” tandas Sunardi.