Selebrita

Maia Estianty Pulang Kampung ke Surabaya Naik Jet Pribadi Bareng Dul Jaelani, Jenguk Ahmad Dhani?

Maia Estianty pulang kampung ke Surabaya naik jet pribadi bareng Dul Jaelani, turuti permintaan anaknya jenguk Ahmad Dhani?

Maia Estianty Pulang Kampung ke Surabaya Naik Jet Pribadi Bareng Dul Jaelani, Jenguk Ahmad Dhani?
TribunSumsel.com
Maia Estianty Pulang Kampung ke Surabaya Naik Jet Pribadi Bareng Dul Jaelani, Jenguk Ahmad Dhani? 

"Kalau bunda peduli akan anaknya, peduli keluarganya, peduli akan suasana, saya harap bunda jenguk ayah. Tapi itu tergantung bunda sih," ujar Dul Jaleani yang dikutip lewat Instagram @starpro_id.

Maia Estianty, Dul Jaelani, dan Ahmad Dhani
Maia Estianty, Dul Jaelani, dan Ahmad Dhani (TribunStyle.com)

Untuk diketaui, Maia Estianty resmi dinikahi Ahmad Dhani pada tahun 1994. Rumah tangganya bertahan selama 14 tahun yang kemudian mereka bercerai tahun 2008.

Selama 14 tahun menikah, Maia Estianty dan Ahmad Dhani dikaruniai tiga orang anak yang bernama Ahmad Al Ghazali (21), Ahmad El Jallaludin Rumi (19), dan Abdul Qodir Jaelani (18). 

Masa penahanan Ahmad Dhani diperpanjang

Sebagaimana diketahui, PN Jaksel menetapkan Dhani bersalah atas kasus ujaran kebencian dengan vonis dua tahun penjara.

Ahmad Dhani dipindah dan dititipkan di Rutan Medaeng sejak 7 Februari lalu untuk menjalani proses hukum terkait perkara pencemaran nama baik dalam kasus vlog "Idiot" yang dibuatnya.

Kini setelah berada di Rutan Medaeng, Sidoarjo Jawa Timur, pengadilan tinggi DKI hendak memperpanjang penahanan Ahmad Dhani selama 60 hari ke depan.

Akan tetapi, Ahmad Dhani menolak menandatangani surat perpanjangan penahanan tersebut.

Hal itu diungkap Sahid SH, kuasa hukum Ahmad Dhani, saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2019).

"Mas Ahmad Dhani menolak tandatangan karena tidak memiliki dasar hukum," kata Sahid.  

Musisi Ahmad Dhani saat persidangan di PN Surabaya
Musisi Ahmad Dhani saat persidangan di PN Surabaya (Tribunnews.com)

Masa penahanan pentolan Grup Band Dewa 19 itu, kata Sahid, harusnya habis pada 2 Maret mendatang.

Dia ditahan berdasarkan ketetapan Pengadilan Negeri DKI setelah divonis 1,5 tahun atas kasus ujaran kebencian oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Atas nama hukum, Ahmad Dhani harus bebas pada 2 Maret nanti. Jika tidak dibebaskan berarti ada pelanggaran HAM terhadap Ahmad Dhani," ujar Sahid.

Perpanjangan penahanan tersebut, menurutnya tidak lazim, karena Ahmad Dhani tidak sedang dalam proses sidang.

Sementara, sidang di Surabaya adalah perkara lain.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sebelumnya memperpanjang masa penahanan terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani.

Penahanan pria yang saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, itu akan diperpanjang hingga 60 hari ke depan.

Juru bicara Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Johanes Suhadi mengatakan, masa penahanan Ahmad Dhani diperpanjang guna kepentingan pemeriksaan.

Ahmad Dhani Dipenjara, Keluarga Korban Kecelakaan Dul Jaelani Berhenti Dapat Dana Santunan
Ahmad Dhani Dipenjara, Keluarga Korban Kecelakaan Dul Jaelani Berhenti Dapat Dana Santunan (Tribun Jateng)

"Biasalah untuk pemeriksaan. Itu kan kalau di pengadilan tinggi itu kan masih ada hak untuk perpanjangan 60 hari," kata Johanes saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/3/2019) pagi.

Johanes menyebutkan, sebelumnya Ahmad Dhani ditahan untuk 30 hari terhitung pada tanggal 31 Desember 2019 hingga 1 Maret 2019 setelah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Melalui surat penetapan Pengadilan Tinggi DKI Nomor 489/Pen.Pid/2019/PT.DKI, Ahmad Dhani akan mendekam di tahanan hingga 30 April 2019.

Ia menjelaskan pihaknya sudah menginformasikan perpanjangan tersebut kepada Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani ditahan di LP Cipinang sesuai ketetapan Pengadilan Tinggi DKI nomor 385/Pen.PID/2019/PT.

DKI atas perkara yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

PN Jaksel menetapkan Dhani bersalah atas kasus ujaran kebencian dengan vonis dua tahun penjara.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved