Kabar Pasuruan

Serap Masukan Program Pembangunan, Pemkab Pasuruan Gelar Forum Konsultasi Publik

Tujuan dilaksanakannya forum konsultasi publik untuk memperoleh masukan dan saran penyempurnaan dari semua program unggulan maupun jargon-jargon.

Serap Masukan Program Pembangunan, Pemkab Pasuruan Gelar Forum Konsultasi Publik
suryamalang.com/Galih Lintartika
Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf dalam forum konsultasi publik untuk menyerap masukan atas progam pembangunan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Forum Konsultasi Publik, di Gedung Serbaguna, Selasa (12/03/2019).

Forum tersebut dibuka oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, dan dihadiri Wakil Bupati, KH Abdul Mujib Imron, Ketua DPRD, Sudiono Fauzan, Sekda Agus Sutiadji, para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) hingga camat se-Kabupaten Pasuruan.

Plt Kepala Bappeda Kabupaten Pasuruan, Ihwan mengatakan, tujuan dilaksanakannya forum konsultasi publik untuk memperoleh masukan dan saran penyempurnaan dari semua program unggulan maupun jargon-jargon inovasi Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan setiap tahunnya.

Nantinya, kata dia, segala masukan tersebut akan ditampung menjadi satu, sehingga ada ketersambungan antara keinginan masyarakat dengan kebijakan seorang Kepala Daerah.

“Forum ini adalah wadah untuk kami bisa mendapatkan saran dan masukan dari seluruh elemen masyarakat. Pemkab Pasuruan punya banyak sekali kegiatan, dan ini kami floorkan di hadapan publik, dengan harapan ada masukan dan saran yang kita terima dan menjadi pertimbangan,” terangnya.

Dijelaskan Ihwan, forum konsultasi publik digelar selama satu hari. Seluruh elemen masyarakat diundang, mulai dari tokoh masyarakat, para alim ulama, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) hingga praktisi dan akademisi. Setelah forum selesai dilaksanakan, langkah selanjutnya adalah menggelar Musrenbang.

“Ada banyak saran yang kami terima selama menggelar forum konsultasi publik ini. Contohnya tentang Wak Muqidin (Wayahe kumpul mbangun TPQ dan Madin). Habib Zaenal memberikan masukan supaya ada pertemuan khusus. Sehingga nantinya implementasi di lapangan dengan kebijakan Pak Bupati bisa sinkron,” jelas dia.

Sementara itu, Bupati Irsyad Yusuf menegaskan, selama 5 tahun ke depan, arah kebijakan pembangunan berbeda-beda. Untuk tahun pertama mengarah kepada Pembangunan berbasis keluarga dan pendidikan karakter.

Tahun kedua menitikberatkan pada Peningkatan kualitas pelayanan publik. Tahun 2021 konektifitas infrastruktur, kemudian tahun 2022 mengarah pada kelembagaan ekonomi desa, serta tahun kelima memprioritaskan pada nilai tambah ekonomi dan pembangunan berwawasan lingkungan.

“Selama lima tahun ke depan, saya memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Saran dan masukan akan jadi pertimbangan untuk bagaimana saya bisa membuat kebijakan pembangunan yang partisipatif,” kata Irsyad dalam sambutannya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved